Sejarah Berdirinya ISIS

ISIS merupakan kepanjangan dari Islamic State of Iraq and Syiria menjadi salah satu kekhalifahan Islam yang tergolong ekstrimis. Berbasis di Iraq dan juga Syiria sesuai dengan nama kekhalifahan mereka dan bagi orang dikenal juga sebagai Daesh.

fi 101

Dahulunya merupakan sebuah kelompok yang memiliki nama Jama’at al-tawhid al-jihad dan dulunya merupakan pendulu dari jaringan atau kelompok Al-qaeda. Pada tahun 2006 kelompok tersebut bergabung dengan kelompok lain dan pada akhirnya berdirilah ISI.

ISI merupakan kepanjangan dari State of Iraq, perkembangan kelompok ini cukup pesat dan mulai dikenal di berbagai daerah. Sebut saja daerah Nineveh, Kirkuk, Al anbar, dan berbagai daerah lainnya dan mengalami masa kejayaan dengan pengikut yang terus bertambah.

Sayangnya sekitar awal tahun 2008 kelompok ISI diketahui memiliki sebuah bentuk perlakuan dan ajaran yang kasar. Sehingga oleh masyarakat dianggap menjadi salah satu ajaran yang menyimpang dari kaidah Islam. Hal ini kemudian menjadikan kelompok ISI mulai kabur dan jarang terdengar lagi karena mengalami penciutan.

Proses Pertumbuhan ISIS

ISIS (Islamic State of Iraq anda Syiria) merupakan perkembangan dari milisi Jama’at al-tawhid al-jihad yang didirikan oleh seseorang yang berasal dari Jordania. Pendirinya adalah Abu Musab Al-Zarqawi yang memulai membentuk kelompok setelah terjadinya invasi ke iraq oleh Amerika Serikat pada tahun 2003.

Pergerakan mereka menjadi pusat perhatian karena berani menyerang tentara koalisi yang tersebar di berbagai kota atau wilayah di Iraq. Bahkan yang paling ekstrim adalah tindakan bom bunuh diri yang dilakukan, sehingga korbannya tidak hanya tentara koalisi. Melainkan juga beberapa rakyat sipil, oleh sebab itulah kemudian mereka menjadi begitu menarik perhatian dunia.

Perkembangan milisi ini sangat cepat, hingga pada tahun 2004 kelompok tersebut resmi bergabung dengan jaringan AL-Qaedah. Al-Qaedah sendiri pada waktu itu dipimpin oleh Osama Bin Laden yang oleh masyarakat dunia dikenal dengan mana AL-Qaedah in Iraq atau AQI.

Pimpinan AL-Qaedah waktu itu dijabat oleh Ayman Al-Zawahiri menuliskan sebuah surat penting yang ditujukan kepada AL-Zarqawi. Dalam surat tersebut berisi ajakan untuk mengembangkan perang yang terjadi di Iraq selama empat tingkat dan memiliki tujuan utama mengusir keberadaan tentara Amerika.

Berbagai milisi yang ada di Iraq kemudian mulai bergabung satu per satu dan menjadikan kekuasaan Al-Qaedah semakin besar. Berbagai serangan kejam dilakukan menjadikan banyak korban dari rakyat sipil dan mulai kehilangan dukungan.

Hal tersebut mulai terjadi pada tahun 2007 dimana dilakukan berbagai pemberontakan hingga Amerika memutuskan menambah jumlah tentara di Iraq. Adanya serangan yang tidak melindungi warga sipil menjadikan jumlah dukungan terhadap kelompok ini mulai luntur. Tahun 2014 Al-Qaedah melepaskan diri dan oleh ISI kemudian meninggalkan nama Iraq dan Syiria dan dikenal sebagai IS.

 Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *