Sejarah Berdirinya Kerajaan Aceh

Kerajaan Aceh merupakan salah satu kerajaan terkuat di Indonesia yang memiliki kegigihan untuk mengusir para penjajah, termasuk Portugis dan juga Belanda. Kerajan Aceh secara resmi dikenal sebagai Kerajaan Aceh Darussalam yang berdiri tahun 1496 hingga 1903.

fu 74

Berakhirnya Kerajaan Aceh memimpin tanah Rencong karena berhasil dikalahkan oleh Belanda. Meski begitu perjuangan Kerajaan Aceh melawan Belanda membuat bangsa tersebut sempat kewalahan dan mengganti beberapa komandan perang dari Belanda dan didatangkan ke Aceh.

Kerajaan Aceh memiliki pusat pemerintahan dan sekaligus sebagai Ibukota di Kutaraja, yang saat ini lebih dikenal sebagai Banda Aceh. Sebelum Kerajaan Aceh berkembang dengan pesat, sebelumnya menjadi daerah di bawah kekuasaan Kerajaan Pedir.

Hingga pada tahun 1511, Selat Malaka yang merupakan daerah berdagang yang strategis berhasil dikuasai oleh Portugis. Kondisi ini kemudian memaksa semua saudagar Islam untuk mencari daerah berdagang baru yang sama atau mendekati strategis.

Hingga kemudian berhasil menemukan bandar laut Banda Aceh dan menjadikan daerah ini berkembang dengan pesat. Perkembangan daerah Aceh yang semakin pesat ini kemudian menjadikan Kerajaan Aceh berhasil merdeka dan keluar dari kekuasaan Kerajaan Pedir.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Aceh

Kerajaan Aceh mulai berdiri pada abad ke-16, dimana pada masa tersebut perdagangan rempah dari jenis lada masih sangat diminati. Awal abad ke-16 jalur perdagangan untuk rempah lada semestinya adalah melewati Laut Merah, Kairo, dan kemudian berakhir di Laut Tengah.

Namun karena ada jalur yang kemudian dikuasai oleh Portugis menjadikan pedagang yang mayoritas beragam Islam tersebut memindahkan jalur perdagangan. Kemudian melalui Tanjung Harapan dan juga Sumatra, dan perpindahan jalur ini memberikan keuntungan tersendiri bagi Pulau Sumatra.

Para pedagang juga mendapat keuntungan dari perpindahan jalur baru tersebut, sebab di daerah Malaka maupun Sumatra. Memiliki produksi lada yang berlimpah, selain mudah mendapatkan bahan baku harga jualnya pun menjadi lebih tinggi. Sebab lada yang berhasil didapatkan merupakan lada yang berkualitas terbaik, dan dibutuhkan oleh para pembeli di China.

Kondisi ini kemudian dilirik oleh Portugis, dan memiliki niatan untuk menguasai perdagangan lada. Artinya ingin menguasai Malaka dan juga Sumatra sekaligus untuk memonopoli hasil perkebunan lada.

Kerajaan Aceh pada masa masukkan Portugis dipimpin oleh Sultan Ali Mughayat Syah atau yang dikenal juga sebagai Sultan Ibrahim. Di bawah kepemimpinannya Kerajaan Aceh berhasil merdeka dari kekuasaan Kerajaan Pedir dan memperluas daerah kekuasaan. Kerajaan Aceh pada tahun 1524 berusaha untuk menguasai Malaka dari tangan Portugis namun pada akhirnya gagal. Kepemimpinannya kemudian digantikan oleh sang istri karena wafat pada tahun 1528 karena diracuni.

Perebutan kekuasaan terjadi, hingga pada akhirnya Kerajaan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607. Kepemimpinannya membawa Kerajaan Aceh kepada masa keemasan, dan mampu mendesak posisi Portugis di Malaka.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *