Sejarah Berdirinya Negara Timor Leste

Sejarah Berdirinya Negara Timor Leste – Timor Leste merupakan sebuah Negara di asia tenggara tang berada di bagian timur pulau timor. Sebagian penduduknya merupakan keturunan Australia dan Melanesia.timorleste

Timor Leste pernah mendeklarasikan kemerdekaannya sendiri dari penjajahan Portugal pada tanggal 28 November 1975 tetapi Indonesia datang ke pulau tersebut beberapa hari setelahnya dan kemudian Timor Leste bergabung dengan Indonesia sebagai salah satu dari provinsi Indonesia.

Selama dua dekade kepemimpinan, sebuah pilihan mencuat. Meskipun Indonesia telah membuat investasi substansial dalam infrastruktur selama menjadi provinsi di Indonesia, ketidakpuasan masih tersisa dan terus meluas. Antara tahun 1975 dan 1999, terdapat konflik terjadi yang diperkirakan sekitar 102.800 konflik yang berkaitan dengan kematian (diperkirakan 18.600 meninggal dan 84.200 orang meninggal karena kelaparan dan penyakit).

Pada tanggal 30 Agustus 1999, dalam sebuah referendum yang disponsori PBB, mayoritas penduduk Timor Leste (78,5 %) memilih untuk terlepas dari Negara Indonesia. Langsung setelah mengetahui hasil referendum tersebut, terjadilah perselisihan antara pro kemerdekaan dan non kemerdekaan. Namun akhirnya Timor Leste diakui kemerdekaannya secara internasional pada tanggal 20 Mei 2002.

Sebelum diadakannya referendum, di pertengahan tahun 1990an, orang-orang yang mendukung partai PRD di Indonesia dipanggil untuk ditarik dari Timor Leste. Pemimpin dari partai tersebut ditangkap di bulan Juli 1996. Di bulan Juli 1997, kunjungan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dalam mengunjungi Suharto begitu juga ke tahanan Xanana Gusmao. Nelson Mandela meminta kepada Suharto untuk membebaskan semua pemimpin Timor Leste dalam pidatonya.

Di tahun 1998, setelah pengunduran diri Suharto dan digantikan oleh Habibie, presiden Habibie menawarkan otonomi kepada Timor Leste namun masih dalam Negara Indonesia. Melihat kesempatan tersebut, Portugal dan Australia mulai mencari kerjasama politik di Eropa dan lainnya untuk menekan Indonesia.

Di tahun 1998, perdana menteri Australia Alexander Downer menulis sebuah surat yang berisi dukungan untuk ide otonomi tetapi pergi terlalu jauh dengan menyarankan bahwa Timor Leste sebaiknya diberikan kesempatan untuk memilih kemerdekaan.

Surat ini tentunya membuat Habibie kecewa, dimana dalam surat itu seperti menganggap Indonesia sebagai kekuasaan colonial yang menjajah dan akhirnya Habibie memutuskan untuk member respon dan mengumumkan akan diadakannya referendum yang dilaksanakan dalam enam bulan. Referendum diadakann pada tanggal 30 Agustus 1999.

Akhirnya pada tanggal 12 September 1999, presiden Indonesia BJ Habibie mengumumkan bahwa beliau telah menghubungi sekretaris jenderal PBB untuk mengumumkan kesiapan Indonesia dalam menerima pasukan penjaga perdamaian PBB untuk mengembalikan kedamaian dan keamanan di Timor Leste.

Setelah itu, administrasi Timor Leste diambil alih oleh PBB melaui UNTAET yang didirikan pada tanggal 25 Oktober 1999. Pemilihan umum diadakan di tahun 2001 untuk konstitusi dan selesai pada Februari 2002. Timor Leste secara resmi merdeka pada tanggal 20 Mei 2002. Xanana Gusmao disumpah menjadi presiden Timor Leste dan Timor leste menjadi anggota PBB pada tanggal 27 September 2002.

Baca juga : Sejarah Pembentukan Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *