Sejarah dan Asal Mula Berlian

Sejarah dan Asal Mula Berlian – Berlian adalah batu permata yang tak ada habisnya diperbincangkan dan diminati oleh semua orang di dunia.

Bentuknya yang unik, bersegi banyak, dan berkilauan membuatnya semakin menarik perhatian. Belum lagi, kelangkaannya, membuat harganya semakin mahal. Semakin prestise, membuatnya menjadi salah satu penentu kelas atau strata sosial bagi pemiliknya.

Untitled

Tapi, sebenarnya bagaimana proses terbentuknya berlian? Dimana proses ini berlangsung?

Berlian dibentuk di dalam bumi, satu unsur utama penyusun berlian adalah atom karbon. Tepatnya atom karbon yang saling berikatan satu sama lain membentuk ikatan tetrahedral.

Karena ikatan inilah, maka ia disebut berlian, bukan batu bara atau grafit. Sebab, jika karbon yang berikatan berbentuk heksagonal, maka ia akan menjadi grafit, bukan berlian. Sedangkan batu bara ternyata bukan berasal dari karbon murni.

Tapi ada campuran material organik dari tanaman dan hewan yang membusuk yang mengalami proses selama jutaan tahun di kerak Bumi.

Perbedaan lain antara berlian dan grafit adalah pada kemampuannya menyerap cahaya. Grafit memiliki kemampuan menyerap cahaya lebih tinggi karena warnanya hitam, sehingga bisa menyerap cahaya ke dalamnya.

Sedangkan berlian tidak bisa menyerap cahaya, justru sebaliknya, ia memantulkan cahaya, sehingga yang kita lihat adalah kilauan cahaya yang memantul dari setiap sisi dari berlian.

Urutan pembentukannya adalah batu bara kemudian grafit, sedangkan berlian, karena memiliki ikatan berbeda, maka tidak dapat digolongkan dalam golongan yang sama.

Batu bara yang tetap tersimpan pada lapisan Bumi kemudian mengalami perubahan komposisi secara geologi akan berubah menjadi grafit. Jadi, sebelum menjadi grafit, sebenarnya batu tersebut sudah memiliki pengalaman menjadi batu bara.

Proses terbentuknya berlian di dalam Bumi adalah sebagai berikut:

  • Batu berlian ditambang dari dalam Bumi dan proses pembentukannya berada di antara kedalaman 100-200 km dari atas atau permukaan. Atom karbon yang bisa saja menjadi grafit kemudian terkena temperatur yang sangat tinggi sehingga bentuk ikatannya berubah menjadi berlian.
  • Meski dengan temperatur yang tinggi, namun tetap diperlukan waktu jutaan tahun untuk mendapatkan berlian. Temperatur pembentukan berlian paling tidak adalah 1093 oC dengan tekanan 45 sampai 60 kilobar.
  • Berlian yang mengalami proses di mantel Bumi bisa keluar berkat letusan gunung berapi. Ketika sudah keluar, ia tidak serta merta menjadi berlian seperti yang kita lihat sekarang, namun masih terbungkus dengan kimberlite.
  • Selain terbentuk di dalam Bumi, berlian juga dapat terbentuk dari ledakan bersama meteorit. Ini disebabkan karena meteorit juga memiliki atom karbon, yang kemudian terkena suhu yang sangat tinggi akibat ledakan panas sehingga terbentuk berlian.

Baca Artikel Lainnya :

 

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *