Sejarah dan Asal Mula Pertanian Indonesia

Sejarah dan Asal Mula Pertanian Indonesia – Indonesia memang menjadi negara yang kebanyakan penduduknya memiliki mata pencaharian bertani, namun dari sekian banyak lahan yang ada di Indonesia pada kenyataannya tak mampu menyokong sumber pangan masyarakat, terbukti bahwa tiap tahunnya pemerintah masih melakukan import beras dari negara asing untuk kebutuhan pangan masyarakatnya. Hal ini tentunya menjadi tanda tanya yang sangat besar, mengingat dengan luas lahan yang sangat mumpuni dengan keberadaan masyarakatnya yang mayoritas merupakan petani tentunya bahan pangan bukan hal yang sulit untuk di dapatkan.

1

Sebagian daerah yang memang mengandalkan segala hal dari hasil alam atau dengan bertani tentunya anda perlu mengetahui bagaimana sebenarnya asal muasal pertanian di Indonesia hingga pada akhirnya bisa semaju sekarang ini. Pertanian yang ada di Indonesia memang sudah ada sejak dulu, hanya saja dengan jenis tanaman yang berbeda. Jika dulu hanya sebatas pada padi, jagung dan juga umbi-umbian maka sekarang ini anda bisa menemukan tanaman yang beragam. Ini merupakan hasil dari penjajahan bangsa luar yang tak segan untuk mengenalkan tanaman bernilai jual tinggi ke Indonesia. Sedangkan dalam sejarahnya pembangunan pertanian yang ada di negara ini dimulai pada masa orde baru.

Pada masa pemerintahan Soeharto ini terjadi perombakan besar-besaran dalam berbagai macam sektor, apalagi jika melihat keadaan ekonomi sebelumnya yang sangat buruk maka kemudian berbagai macam hal dilakukan untuk pembenahan, terutama di bidang pertanian, bahkan ada beberapa macam pembangunan yang dilakukan yaitu dengan nama REPELITA atau yang dikenal dengan rencana pembangunan lima tahun.

Salah satu yang mendapat bagian disini adalah dalam sektor pertanian, apalagi pada zaman dahulu kebanyakan perekonomian pemerintah disokong oleh sektor pertanian, belum banyak industri yang berkembang di Indonesia sehingga mayoritas penduduknya masih mencari pendapatan dari bertani.

Sebagian besar perombakan tersebut adalah dengan dibuatnya berbagai macam bibit unggul, baik itu dari dalam negeri atau dengan menghasilkan bibit-bibit unggul dari luar negeri, kemudian mencoba di lahan yang ada da dibagikan kepada masyarakat. Program tersebut memang cukup berhasil untuk meningkatkan hasil alam dari Indonesia. Apalagi presiden Soeharto sendiri juga sangat mengutamakan produk dalam negeri dan mencegah masuknya berbagai macam produk luar sehingga kecukupan pangan Indonesia di tunjang dari dalam sendiri.

Jika melihat dari penggunaan alat-alat pertaniannya memang tak secanggih sekarang ini, namun hasil alam sangat berlimpah bahkan untuk mencukupi pangan seluruh negeri. Namun saat ini keadaan justru berlaku sebaliknya, Indonesia yang seharusnya menjadi negara penghasil beras ironisnya harus membeli dari negara tetangga, begitu juga untuk kebutuhan yang lainnya. pertanian yang seharusnya merupakan sektor utama yang harus dikembangkan justru tergeser oleh yang lainnya, salah satunya industri, padahal industri tak cocok dengan bangsa Indonesia.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *