Sejarah dan Asal Mula Wali Songo

Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk yang memeluk agama Islam terbesar di dunia dan salah satunya adalah di Jawa karena pengaruh Wali Songo, yaitu:

fu 26

  • Sunan Gresik,
  • Sunan Ampel,
  • Sunan Bonang,
  • Sunan Drajat,
  • Sunan Giri,
  • Sunan Kalijaga,
  • Sunan Muria,
  • Sunan Gunung Jati.

Perjalanan dari para Sunan ini dimulai pada abad ke-14, dikenal sebagai penyebar agama Islam dan menjadi salah satu penanda berakhirnya era Hindu-Budha di Jawa. Awalnya Wali Songo tinggal di Pantai Utara Jawa, mulanya di Jawa Timur yaitu di Surabaya, Tuban, Lamongan, Gresik. Di Jawa Tengah titik pentingnya di Demak, Muria, Kudus dan Cirebon (Jawa Barat) yang menjadi tempat persinggahan terakhir.

Sejarah awal mula Wali Songo masih menjadi tidak terlalu jelas karena tidak tercatat dengan baik namun, dikatakan bahwa Wali Songo adalah Majelis Dakwah di tahun 1404 yang dibentuk oleh Maulana Malik Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gresik.

Nama Wali Songo berarti wali yang sembilan. Namun ada yang berpendapat jika nama tersebut berasal dari kata Tsana yang dalam bahasa Arab berarti mulia sehingga dikatakan wali yang mulia atau berarti juga utusan dari yang mulia (Tuhan). Pendapat lain mengatakan kata songo berasal dari perubahan kata sono atau sana yang dalam bahasa Jawa berarti tempat.

Wali pertama adalah Sunan Gresik disebut juga dengan Syekh Magribi dan berasal dari Arab Magrib, Afrika Utara. Sunan yang disebut juga Makhdum Ibrahim as-Samarqandy atau Makhmud Ibrahim Asmarakandi, lahir di awal abad ke-14. Sunan Gresik. Wali kedua adalah Sunan Ampel atau Raden Akhmad yang diperkirakan lahir di Champa (Jeumpa), Aceh. Sunan Ampel adalah keturunan dari Bang Swi Hoo, yang memimpin komunitas Tiongkok Champa.

Beliau mendirikan masjid di Demak (1479) yang dikenal dengan Masjid Agung Demak. Sunan Ampel menikah dengan Nyai Ageng Manila dan memiliki putra, Raden Maulanan Makdum Ibrahim (1465) atau Sunan Bonang. Sunan Bonang menggunakan tembang untuk menyiarkan agama Islam.

Raden Qasim atau Sunan Drajat (1470-1552) merupakan anak dari Sunan Ampel. Sunan Drajat mendirikan pesantren bernama Dalem Duwur di Desa Drajat, Lamongan. Assyid Ja’far Shadiq Azmatkhan atau Sunan Kudus (9 September 1400) menjadi wali selanjutnya dan Beliau bersyiar dengan pendekatan kultural. Wali selanjutnya adalah Sunan Giri yang merupakan pendiri Giri Kedaton dan Murid Sunan Ampel dan memiliki pengaruh hingga menyebar ke Maluku.

Sedangkan Sunan Kalijaga merupakan anak Raden Sahur dan murid Sunan Bonang. Beliau mempergunakan seni dan budaya misalnya suluk dan wayang untuk pendekatan. Setelah Sunan Kalijaga, Sunan Muria yang merupakan anak dari Sunan Kalijaga. Setelah Sunan Muria, Wali Songo terakhir adalah Syarif Hidayatullah yang lebih dikenal dengan Sunan Gunung Jati dan membuat Cirebon sebagai Pusat dakwah Islam.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *