Sejarah dan Asal usul Kerajaan Sriwijaya (Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya)

Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah Indonesia. Kerajaan ini tidak hanya terkenal di Nusantara, namun juga dikenal oleh setiap bangsa yang berada di luar Bumi Pertiwi.

Letaknya yang strategis dan dekat dengan Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan yang ramai menjadikan Kerajaan Sriwijaya begitu terkenal.

Untitled

Kerajaan ini juga dikenal dapat menghubungkan pedagang yang berasal dari Cina dengan pedagang dari India maupun Romawi. Kehidupan politiknya dapat dilihat dari pemerintahan beberapa raja, di antaranya:

  1. Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Ia merupakan pendiri Kerajaan Sriwijaya yang juga berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga wilayah Jambi.
  2. Balaputera Dewa. Masa pemerintahan Raja Balaputera Dewa dimulai sekitar tahun 850 M dan pada saat itu kerajaan ini mengalami perkembangan yang pesat pada sektor pelayaran dan perdagangan rakyat. Di bawah pemerintahaan Balaputera Dewa, kerajaan ini berhasil mengadakan hubungan dengan Kerajaan Chola dan Benggala.
  3. Sri Sanggarama Wijayatunggawarman. Pada pemerintahannyalah, Kerajaan Sriwijaya dikhianati dengan diserang Kerajaan Chola.

Wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya bermulai dari daerah Palembang setelah sebelumnya berada di Muara Takus. Di sinilah Kerajaan Sriwijaya menguasai daerah di sekitarnya secara mudah.

Abad ke 8 M, perluasan kembali dilakukan ke arah utara yaitu dengan berusaha menguasai daerah Semenanjung Malaya dan Tanah Genting Kra. Daerah lain yang menjadi kekuasaan kerajaan ini di antaranya Tulang-Bawang dan daerah Kedah.

Hingga akhir abad ke 8 M, kerajaan ini sanggup menguasai seluruh jalur perdagangan yang berada di Asia Tenggara melalui Selat Malaka sehingga Kerajaan Sriwijaya begitu dikenal sebagai kerajaan laut yang paling besar di Asia Tenggara.

Banyaknya pedagang yang singgah di Sriwijaya memperbesar kemungkinan masyarakatnya untuk bisa berkomunikasi dengan para pedagang ini.

Bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa Melayu Kuno. Bahasa ini kerap digunakan oleh pedagang yang berasal dari Jawa Barat, Bangka, Jambi, serta Semenanjung Malaysia.

Budaya India juga masuk melalui penggunaan nama khas India, adat, dan agama Hindu Buddha. Guru besar yang saat itu sangat dikenal adalah Sakyakirti, yang dikenal sebagai pengarang buku Hastadandasastra.

Pertanian menajdi awal tumpuan kehidupan ekonomi masyarakat kerajaan ini. Namun, letak yang strategis memungkinkan hasil bumi menjadi modal utama yang digunakan masyarakat untuk memulai perdagangan dan pelayaran mereka.

Pedagang China juga diketahui kerap melakukan bongkar muat di Sriwijaya ketika akan melakukan perjalanan ke India, begitu pula sebaliknya. Pelabuhan Sriwijaya yang semakin ramai menjadikan kerajaan ini cukup terkenal sebagai pusat perdagangan terbesar se-Asia Tenggara.

Agama yang dipercayai oleh masyarakat Sriwijaya kala itu dipengaruhi oleh adanya pedagang India yang datang dan melakukan komunikasi dengan masyarakat Sriwijaya.

Baca Artikel Lainnya :

Pertama masyarakat mengenal agama Hindu kemudian agama Buddha. Sriwijaya dikenal sebagai pusat pembelajaran untuk agama Buddha aliran Mahayana. Ajaran Buddha aliran Hinayana juga ikut berkembang di wilayah ini.

Dharmapala dan Sakyakirti sudah menjadi istilah umum bagi masyarakat Sriwijaya. Itulah sekilas mengenai sejarah dan asal usul Kerajaan Sriwijaya di Indonesia.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *