Sejarah dan Asal Usul Kerajaan Ternate dan Tidore

Dragonpoker88 Situs Poker Domino QQ Online Terpercaya

Kerajaan Ternate dan Tidore merupakan salah satu kerajaan yang terkenal di Indonesia. Dua kerajaan ini dikenal cukup berpengaruh pada masanya di wilayah kekuasaan mereka.

Kerajaan Ternate sendiri terdiri dari beberapa persekutuan yaitu Ternate, Bacan, Ambon, Obi, dan Seram. Lima persekutuan ini juga dikenal dengan sebutan (Uli Lima).

Untitled

Kerajaan Tidore sendiri dibentuk dari sembilan satuan negara yang dikenal dengan sebutan Uli Siwa. Uli Siwa sendiri terdiri atas persekutuan dari Jailolo, Makyan, serta daerah di antara Halmahera dan Irian Jaya.

Masuknya agama Islam ke wilayah Maluku tidak terlepas dari jalur perdagangan yang terbentar di antara pusat lalu lintas internasional. Jalur ini melewati Malaka, Jawa, dan juga Maluku. Sejak abad ke 14, agama Islam diketahui telah memasuki wilayah Maluku.

Molomateya yang dikenal sebagai Raja Ternate kedua belas tersebut memiliki relasi yang cukup dekat dengan orang Arab yang mampu memberikan pengarahan untuk membuat kapal.

Raja yang diketahui sungguh-sungguh memeluk Islam adalah Zainal Abidin yang mendapatkan pelajaran dari Sunan Giri.

Wilayah kekuasaan dua kerajaan ini mencakup wilayah yang ada di sekitar kerajaan. Penghasilan utama yang didapat berasal dari hasil pertanian rempah-rempah seperti pala, cengkih, serta ramuan obat-obatan yang diperlukan masyarakat Eropa kala itu.

Beberapa peristiwa penting terkait dengan sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore adalah sebagai berikut:

  1. Portugis bersekutu dengan Spanyol ketika mereka sampai di Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore. Portugis berhasil mendirikan Benten Sao Paulo di Ternate dan diketahui menguasai perdagangan. Tentunya hal ini memicu perlawanan di bawah kepemimpinan Sultan Hairun. Sultan Baabullah juga dikenal sebagai pemimpin pasukan ketika melakukan perlawanan terhadap Portugis dan berusaha menyingkirkannya dari wilayah Maluku. Hal ini dilakukan sebagai balasan kepada Portugis atas apa yang dilakukan terhadap Sultan Hairun, ayahnya.
  2. 17 Juli 1780, Pata Alam mendapatkan penobatan sebagai vasal dari VOC. Ia memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan wilayah yang ditentukan yaitu Weda, Maba, Gebe, Patani, Missol, Salawatti, Waigen, Waiguna, beberapa wilayah di daratan Papua, Pulau Bo, Pulau Pisang, Popa, dan Matora. Tiga tahun kemudian Pata Alam melakukan taktiknya untuk dapat meraih loyalitas raja Irian namun gagal karena para utusannya justru berbalik memihak Nuku. Pata Alam mendapat tuduhan oleh Kompeno karena bersekongkol dengan Nuku kemudian ditangkap dan rakyat pendukungnya tak lepas dari hukuman. Inilah peristiwa Revolusi Tidore pada tahun 1783.
  3. 12 April 1797, Angkatan Laut Nuku menampakkan diri mereka di Tidore. Sebagian besar pembesar Tidore memilih menyerah kecuali Sultan Kamaludin. Mereka memilih menyerahkan diri ke Ternate. Tidore dikuasai oleh Nuku hingga ia menghembuskan nafas terakhir tanggal 14 November 1805 dan kemudian kedudukannya digantikan oleh Zaenal Abidin.

Itulah sekilas sejarah serta asal usul Kerajaan Ternate dan Tidore.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *