Sejarah dan Asal Usul Raden Kian Santang

Jika dilihat dari namanya, Kian Santang merupakan keturunan kerajaan, akan tetapi ia merupakan tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan Islam di Jawa Barat tepatnya di Banten, DKI Jakarta bersama Pangeran Cakra buana dan Syarif Hidayatullah.

Akan tetapi banyak penulis sejarah yang ragu atas keberadaan tiga tokoh tersebut karena adanya kerancuan kumpulan sejarah dan adanya beberapa sejarawan yang salah mengambil informasi.

p 8

Kian  Santang lahir pada tahun 1315, ia putra dari Prabu Siliwangi dengan istrinya Dewi Kumala Wangi atau biasa dipanggil Nyi Subang Larang. Dari masak ecilnya, ia belum pernah melihat darahnya sendiri karena belum ada orang yang berhasil melukainya sekalipun. Kian Santang lantas mencari siapakah yang memiliki ilmu jauh lebih kuat darinya.

Pada usianya ke 22 tepatnya pada tahun 1337 Masehi, Kian Santang diangkat sebagai abdi dalem Bogor. Kejadian ini bersamaan dengan pengangkatan Prabu Munding Kawati menjadi panglima besar. Kejadiant ersebut menjadi kejadian istimewa sehingga tertulis dalam prasasti yang dikenal dengan sebutan Batu Tulis  Bogor.

Kian Santang yang merasa terlalu kuat, ia meminta ayahnya untuk mencarikan lawan yang sepadan. Ayahnya memanggil seorang ahli nujum dan hampir berputus asa karena tidak ada yang mampu memberi tahu.

Akhirnya ada berita bahwa Sayyidina Ali mampu mengalahkannya, namun sebelum melawan Sayyidina Ali, Kian Santang diminta untuk melakukan Mujas medidi Ujung Kulon.

Namun akhirnya perlawanan itu Kian Santang mengalami kekalahan kemudian pedang dicabut oleh Ali dengan membaca Bismillah. Kian Santang akhirnya memeluk agama Islam dan kembali ke Pajajaran dengan sesekali belajar agama Islam keMekkah.

Baca Artikel Lainnya :

Niatan Kian Santang ini ditolak ayahnya untuk masuk Islam. Kian Santang pun kembali mempelajari Islam di Mekkah selama tujuh tahun. Ketika kembali, ia mencoba untuk menyebarkan Islam yang diterima dengan senang hati oleh masyarakat.

Ia baru berani mengajak ayahnya karena banyaknya pengikut. Ayahnya segera melarikan diri dan tetap tidak tertarik oleh Islam. Ia kembali menyebarkan Islam di Pajajaran.

\

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *