Sejarah dan Asal Usul Tentang Empat Skala Suhu Termometer

Suhu adalah ukuran yang menunjukkan derajat panas dingin suatu benda. Alat untuk mengukur suhu dinamakan thermometer yang ditemukan oleh Galileo Galilei pada tahun 1597.

Thermometer untuk pertama kalinya dirancang pada 1641 menggunakan alcohol dan memiliki tanda derajat. Ada empat jenis skala yang dapat digunakan untuk mengukur suhu, yaitu Fahrenheit, Celcius, Kelvin, dan Reamur. Masing-masing skala memiliki titik beku dan titik didih yang berbeda.

s 131

  1. Skala Fahrenheit

Seorang fisikawan bernama Daniel Gabriel Fahrenheit (1686-1736) adalah seorang penemu yang mengembangkan skala Fahrenheit pada 1724. Awalnya, ia membuat skala dengan temperature campuran es-air-garam sebesar 0 derajat.

Ia akhirnya menetapkan 32 derajat sebagai titik beku air dan 212 derajat sebagai titik didihnya. Jarak keduanya adalah 180 derajat. Skala ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat umum di Amerika Serikat , Belize, Kanada, Inggris, dan sejumlah negara Eropa lain.

  1. Skala Celcius

Nama skala ini diambil dari penemunya yaitu Anders Celcius (1701-1744). Pada 1742, ia menemukan skala ini dengan menggunakan titik lleleh es dan titik didih air untuk titik suhu referensinya.

Dan skala ini membagi perbedaan titik beku dan titik didih menjadi 100 derajat, yaitu titik beku air 0 derajat dan titik didih air 100 derajat. Skala ini menjadi skala yang paling banyak digunakan dan menjadi satuan Sistem Internasional (SI)

  1. Skala Reamur

Skala ini diusulkan pertama kali pada 1731 oleh Rene Antoine Ferchault de Reaumur. Skala ini pada awalnya menggunakan alcohol dan memiliki titik beku air 0 derajat sedangkan titik didih air 80 derajat.

Dulu, skala Reamur digunakan oleh masyarakat Eropa, khususnya Perancis dan Jerman. Namun sekarang skala ini hanya dijumpai di industri permen dan keju.

  1. Skala Kelvin

Dirancang oleh seorang ahli fisika asal Skotlandia bernama Lord William Kelvin (1824-1907) pada 1854, skala ini dinamai Skala Kelvin. Skala kelvin dirancang dengan gagasan nol mutlak, di mana semua gerakan molekul berhenti dan tidak ada energi yang dapat terdeteksi.

Skala ini tidak menggunakan derajat sebagai satuan ukurnya. Skala ini memiliki titik beku air 273,15 Kelvin dan titih didih air 373,15 Kelvin. Sama halnya dengan skala celcius, skala Kelvin juga digunakan sebagai satuan SI untuk pengukuran ilmiah. Maka dari itu skala ini banyak digunakan dalam berbagai penelitian.

Baca Artikel Lainnya :

Selain keempat skala di atas, sebenarnya masih ada skala suhu lain seperti Skala Romer, Skala Newton, dan lainnya. Namun skla-skala tersebut jarang digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *