Sejarah dan Asal-Usul Yeti Secara Ilmiah

Istilah Yeti mungkin masih asing bagi sebagian orang, namun pasti tidak di kalangan ilmuwan dan ahli sejarah. Yeti dikenal sebagai sejenis primata dengan ukuran raksasa yang berbentuk layaknya manusia dan menghuni wilayah pegunungan Himalaya.

j 61

Yeti sendiri merupakan nama yang disematkan oleh penduduk asli di wilayah tersebut serta dikenal sebagai bagian dari sejarah dan mitologi yang dipercayai. Tak jarang orang Nepal menyebut Yeti sebagai Bonmanche dengan arti ‘Manusia Liar’.

Yeti dikenal sebagai karakter cerita rakyat dan merupakan bagian kuno terpenting dari legenda Sherpa, masyarakat yang hidup di wilayah Nepal timur dengan ketinggian mencapai 12.000 kaki.

Keberadaan Yeti belum bisa dipastikan sebagai kenyataan dan Yeti sendiri masih menjadi obyek pencarian serta contoh cryptozoology, sebuah aksi pencarian dari makhluk yang dianggap tidak biasa dan kurang memiliki bukti kuat keberadaannya.

Salah satu teori yang bisa diterima saat ini merupakan Teori Messner yang menyatakan secara sederhana bahwa Yeti merupakan seekor beruang.

Messner menolak pemikiran dan pemahaman bahwa Yeti merupakan seekor kera raksasa seperti yang dipercayai orang-orang. Teorinya mendapatkan dukungan tak terduga pada tahun 2014 yaitu Genetika.

Profesor genetika di Universitas Oxford, Inggris, bernama Bryan Sykes melakukan sejumlah tes untuk membuktikan keberadaan dan keaslian dari sosok Yeti tersebut. Sampel yang digunakan berupa contoh rambut dari makhluk yang diduga sebagai Yeti tersebut yang didapatkannya dari Messner.

Penelitian dilakukan dengan membandingkan DNA Yeti dan genom binatang lain. Dua sampel tersebut didapat dari Himalaya dan Bhutan. Penelitian terhadap sampel tersebut menunjukkan bahwa secara genetis DNA Yeti tersebut mirip dengan DNA beruang salju yang diperkirakan hidup pada 40.000 tahun lalu.

Himalaya dikenal sebagai habitat beruang yang belum diketahui namun hasil penelitian ini masih dipertanyakan lagi dan dilakukan tes ulang dengan menempatkan semua data DNA di pusat data umum GenBank.

Di sini ditemukan kesalahan besar yang dilakukan pada penelitian sebelumnya dan hasil yang didapat dari tes ulang ini menunjukkan tidak ada kepastian kecocokan antara gen Yeti dengan gen beruang salju Pleistocene.

Kecocokan gen Yeti cenderung lebih besar pada beruang salju modern dan itu pun hanya sekilas. Kesimpulan terdapat beruang salju yang hidup di Himalaya pun dicoret.

Berbagai penelitian dilakukan terhadap keberadaan makhluk satu ini namun hingga saat ini tidak ditemukan bukti nyata yang mendukung.

Baca Artikel Lainnya :

Kesimpulan sementara yang diambil hingga terbukti pada penelitian selanjutnya adalah tidak ada primata yang hidup di daerah Himalaya bahkan terdapat lebih dari cukup alasan untuk mengatakan bahwa Yeti sesungguhnya bukan makhluk hidup asli.

Kepercayaan itu bisa saja berubah dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini. Anda sendiri, lebih percaya yang mana?

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *