Sejarah dan Perkembangan Kerajaan Bali

Bukan hanya pulau Jawa dan Sumatera yang memiliki sejarah yang berhubungan dengan sistem kerajaan. Pulau dewata Bali juga memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan kebudayaan Indonesia.

Kerajaan Bali yang terletak di Pulau Bali merupakan kerajaan yang kental dengan corak agama Hindu. Meski  berbedapulau, Kerajaan Bali memiliki hubungan yang erat dengan perkembangan kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa karena letak geografis yang bersebelahan.

q 103

Bahkan keberadaan Kerjaan Bali diperkirakan telah muncul sebelum kedatangan Majapahit. Informasi terkait perkembangan Kerajaan Bali kerap dituliskan di berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan Bali. Kerajaan ini mengatur masyarakatnya berdasarkan sistem kasta, hakwaris, kesenian, agama, dan kepercayaan.

Selain mengatur jalannya pemerintahan, pihak kerajaan juga menerapkan pengaturan pada pemberian nama  anak. Mayoritas masyarakat Bali pada masa itu bermata pencaharian bertani. hal tersebut terlihat dari banyaknya prasasti yang menuliskan sawah, ladang, kebun, dan pengairan sawah di dalam isinya.

Jika saat ini kita mengenal Bali dengan kekayaan budaya dan seni, ternyata hal tersebut telah tertanam sejak dahulu pada keseharian rakyat Bali. Beberapa prasasti menyebutkan bahwa sebelum Kerajaan Bali dipimpin oleh Raja Anak Wungsu, rakyat Bali telah mengenal beberapa karya seni.

Hingga pada saat Raja Anak Wungsu memimpin, ia membedakan dua kelompok pada kegiatan seni di Bali yakni seni keratin dan seni rakyat. Seni rakyat bertujuan untuk menghibur rakyat dan kerap berkeliling mengitari wilayah-wilayah Bali.

Berbagai perselisihan juga menyelimuti Kerajaan Bali. Pada masa kemepmimpinan Sri Astatura Ratna Bumi Banten (tahun 1332 hingga 1343), Gajah Mada datang ke Bali. Kedatangan tersebut diawali dengan terbunuhnya KeboIwa yang merupakan  seorangpanglima militer Bali. Ia dibunuh lantaran dianggap menghalangi misi yang dibawa oleh Gajah Mada.

Kekisruhan tersebut mendorong penguasa Kerajaan Bali pada masa itu mendirikan dinasti boneka di wilayah Samprangan. Pada masa itu Gajah Mada masih memimpin. Dinasti boneka tersebut diberi nama Samprangan.

Sempat terjadi pergantian kepemimpinan pada dinasti tersebut karena pemimpin sebelumnya, Dalem Samprangan dinilai tidak mampu menjadi raja dan diganti oleh adiknya yang paling kecil, Dalem Ketut. Dipenghujung kehancuran Kerajaan Bali disebut sebagai periode Gelgel. Raja terakhir yang memimpin pada periode tersebut adalah Dalem Di Made pada tahun 1605 hingga 1686.

Sayang semua usaha tersebut tidak berbuah manis dan sejarah Kerajaan Bali berakhir pada periode Kerajaan Klungkung yang masih termasuk dalam dinasti Gelgel. Runtuhnya dinasti Gelgel diawali dari pemberontakan I Gusti Agung Maruti.

Baca Artikel Lainnya :

Bahkan usai pemberontakan tersebut, kerajaan Bali menjadi terpecah. Pada masa itu, kerajaan Bali menjadi terpecah hinggas embilan bagian yakni Badung, Mengwi, Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem, Tabanan, dan Denpasar serta Klungkung itu sendiri.

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *