Sejarah Didirikannya Monumen Nasional, Simbol Kota Jakarta

Sejarah Didirikannya Monumen Nasional, Simbol Kota Jakarta – Ke Jakarta, kalau belum melihat Monumen Nasional kurang lengkap rasanya. Monumen Nasional yang biasa dikenal dengan Monas ini merupakan symbol kota Jakarta dan symbol perjuangan untuk Indonesia.

Monas merupakan sebuah menara setinggi 132 m atau sama dengan 433 kaki. Monas terletak di pusat lapangan merdeka, Jakarta Selatan. Monas merupakan monument nasional dari Republik Indonesia. Tujuan pembangunan monas ini adalah untuk mengenang perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.

Pembangunan dimulai tahun 1961di bawah perintah presiden Soekarno saat itu. Monas mulai dibuka untuk umum pada tahun 1975. Bagian atas monas yang berbentuk bara api dilapisi dengan lapisan emas. Di dalam monument ini terdapat museum yang dibuka setiap hari senin hingga jumat.

monasLatar belakang dibangunnya monas ini, setelah pemerintahan Indonesia kembali ke Jakarta dari Yogyakarta di tahun 1950 yang diikuti pengakuan Indonesia terhadap kemerdekaan Indonesia. Presiden Soekarno memulai bermaksud membangun Monas dikarenakan Soekarno saat itu membandingkan menara Eiffel di Perancis yang menjadi symbol Negara tersebut dan Soekarno menginginkan Indonesia memiliki menara di lapangan di depan istana presiden.

Pada tanggal 17 Agustus 1954, sebuah komite Monumen nasional dibentuk dan kompetisi design atau rancangan monas diadakan tahun 1955. Saat itu telah masuk 51 rancangan monument yang mengikuti kompetisi tetapi hanya satu rancangan yang memenuhi criteria yang dibuat oleh komite yang termasuk merefleksi karakter Indonesia di dalam sebuah bangunan yang mampu bertahan berabad-abad, dan rancangan milik Frederich Silaban lah yang paling memenuhi syarat saat itu.

Kompetisi diulang kembali pada tahun 1960, tetapi sekali lagi tidak ada dari 136 rancangan yang masuk sesuai dengan criteria yang diinginkan. Ketua dari tim juri saat itu meminta F. Silaban untuk menunjukkan rancangannya ke Soekarno. Tetapi Soekarno tidak menyukai rancangan tersebut.

F Silaban ditanya untuk merancang sebuah monument tetapi rancangannya untuk sebuah monument itu terlalu besar dan ini akan memberikan ketidakmampuan terhadap kondisi ekonomi saat itu. F Silaban menolak merancang monument yang berukuran lebih kecil dan menyarankan pembangunannya diundur sampai perekonomian Indonesia membaik.

Kemudian Soekarno meminta seorang arsitek, RM Soedarsono untuk melanjutkan rancangan tersebut. Soedarsono memasukkan nomor 17, 8 dan 45 yang mewakili 17 Agustus 1945 yang merupakan hari kemerdekaan Indonesia di dalam dimensi monument.

Di monument nasional ini sendiri terdapat berbagai hal yang bisa dilihat. Di bagian luar monument terdapat relief dari sejarah Indonesia. Terdapat relief kerajaan Singasari dan Majapahit hingga perjuangan memperebutkan kemerdekaan Indonesia. Di dalam museum Monumen nasional ini juga terdapat dioramas.

Selain itu juga terdapat Ruang kemerdekaan yang berada di dalam cawan monas. Di dalam ruangan ini terdapat berbagai symbol kemerdekaan seperti teks ali proklamasi kemerdekaan. Dari monas juga dapat melihat kota Jakarta dari atas.

Baca juga : Sejarah Pembentukan Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *