Sejarah Kerajaan Islam Mataram di Pulau Jawa

Sejarah Kerajaan Islam Mataram di Pulau Jawa – Kerajaan Mataran merupakan kerajaan utama yang besar dan kerajaan bebas terakhir di pulau Jawa sebelum pulau jawa dijajah oleh Belanda. Di mana kekuatan politik yang dominan menyebar dari bagian dalam Jawa Tengah dari akhir abad ke enam belas hingga awal abad ke delapan belas masehi.mataram

Kesultanan Mataram mencapai puncak kejayaan selama kekuasaaan Sultan Agung Hanyokrokusumo dimana sultan ini berkuasa dari tahun 1613 hingga tahun 1645 dan mulai mengalami penurunan kekuasaan setelah kematian dari Sultan Agung Hanyokrokusumo di tahun 1645.mataram2

Ketika di pertengahan abad ke delapan belas masehi, Kesultanan Mataram kehilangan baik kekuasaan maupun daerah kekuasaan terhadap colonial Belanda (VOC). Semuanya menjadi budak colonial belanda sejak tahun 1749.

Nama kerajaan Mataram sendiri tidak pernah menjadi nama resmi dari masyarakat manapun, orang – orang jawa sering menghubungkan kerajaannya sebagai Bhumi Jawa atau Tanah Jawi.

Mataram berkaitan dengan daerah dataran bersejarah si sebelah selatan gunung merapi, sekarang berada di Muntilan, Yogyakarta, Sleman sampai Prambanan. Lebih spesifiknya, itu berada di daerah Kota Gede, ibu kota dari kesultanan Mataram ini di bagian luar selatan kota Yogyakarta.

Rincian dalam sumber informasi mengenai awal – awal tahun kerajaan Mataram ini terbatas dan tidak jelas antara catatan sejarah dan cerita masyarakat sejak terdapat indikasi dari upaya – upaya pemimpin setelahnya, khususnya Agung.

Bagaimana pun, catatan yang lebih dapat dipercaya dimulai di pertengahan abad ke tujuh belas masehi, dimana kerajaan sangat besar dan berkuasa yang kebanyakan sejarah menyatakan hal tersebut dan telah dibangun selama beberapa generasi. Menurut catatan – catatan orang jawa, raja Mataram merupakan salah satu keturunan dari Ki Ageng Sela (Sela merupakan sebuah desa di dekat daerah Demak).

Di tahun 1570an, salah satu keturunan Ki Ageng Sela yang bernama Kyai Gedhe Pamanahan dihadiahi untuk memimpin tanah Mataram oleh Raja Pajang, Sultan Hadiwijaya hal ini karena keberhasilannya dalam mengalahkan Arya Panangsang yang merupakan musuh dari Sultan Hadiwijaya. Pajang sendiri berlokasi di dekat Surakarta dan Mataram sendiri aslinya merupakan daerah pengikut dari Pajang.

Ketika itu, di Pajang terdapat perebutan kekuasaan utama setelah kematian dari Sultan Hadiwijaya di tahun 1582. Pewaris Sultan Hadiwijaya, pangeran Benowo disingkirkan oleh Arya Pangiri dari Demak dan dibuang ke Jipang.

Anak dari Kyai Gedhe Pamanahan bernama Sutawijaya menggantikan ayahnya sekitar tahun 1584 dan mulai untuk membebaskan Mataram dari pengaruh Pajang. Di bawah kekuasaan Sutawijaya inilah Kerajaan Mataram berkembang.

Raja Pajang yang baru Arya Pangiri bukanlah pemimpin yang terkenal dan Benowo yang merupakan pewaris asli Pajang segera mendapatkan dukungan untuk merebut kembali mahkotanya dan meminta dukungan Sutawijaya untuk melawan Pajang. Kemudian Kerajaan Pajang diserang dari dua arah, oleh pangeran Benowo dari Jipang dan Sutawijaya dari Mataramdan akhirnya dapat dikalahkan.

Setelah mengalahkan Pajang, pangeran Benowo tidak berani untuk melawan Mataram dan setuju untuk berada di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram. Peristiwa yang terjadi di tahun 1586 ini merupakan akhir dari kerajaan Pajang dan kebangkitan atau kenaikan Kesultanan Mataram.

Jatuhnya Kesultanan Mataram terjadi ketika jatuhnya sultan Kartasura dan menyebabkan terjadinya perebutan kekuasaan dan terjadinya pemberontakan. Dimana Pakubuwana II membangun keratin baru di Surakarta dan pindah ke sana di tahun 1746.

Mangkubumi yang merupakan adik dari Pakubuwana II melakukan pemberontakan ketika Pakubuwana jatuh sakit di tahun 1749. Mangkubumi ini berteman dengan VOC bernama van Hohendorff dan meminta bantuan temannya tersebut untuk mengambil alih pengaturan kerajaan mataram dan akhirnya pada tanggal 11 Desember 1749, Pakubuwana II menandatangani sebuah kesepakatan yang berisi bahwa kekuasaan Mataram diberikan kepada VOC.

Baca juga : Sejarah Peradaban Kerajaan Gowa di Sulawesi

Loading…

2 thoughts on “Sejarah Kerajaan Islam Mataram di Pulau Jawa

  1. Pingback: Asal Mula Tari Guel, Tari Tradisional dari Aceh | Joko Warino Blog

  2. Pingback: Sejarah Terbentuknya Kota Pinggiran Jakarta, Kota Depok | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *