Sejarah Kerajaan Islam Pertama Samudera Pasai

Sejarah Kerajaan Islam Pertama Samudera Pasai – Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan islam pertama yang ada di Indonesia. Kerajaan Samudera Pasai juga dikenal sebagai Samudera dan Pasai kadang-kadang disebut Samudera Darussalam. Kerajaan ini berada di pesisir utara Sumatera dari abad ke 13 sampai abad ke 15.samudra pasai

Telah dipercaya bahwa nama Samudera dalam sansekerta berasal dari Samudra yang berarti lautan. Menurut hikayat dari raja-raja Pasai, dikatakan bahwa Merah Silu pindah ke agama islam dan dikenal dengan nama Malik ul Salih, yang merupakan seorang sultan diKerajaan Samudera Pasai di tahun 1267 M. Sedikit bukti ditinggalkan untuk mempelajari sejarah Kerajaan Samudera Pasai ini.

Kerajaan Samudera Pasai memberikan kebudayaannya dan yang terpenting bahasanya ke beberapa pulau, bentuk awal tulisan Malay dalam alphabet Jawa. Kemudian bahasa ini menjadi lingua franca diantara pedagang yang sekarang Indonesia dan Malaysia. Muslim Arab dan India telah berdagang di Indonesia dan Cina selama berabad-abad.

Sebuah batu nisan di jawa bagian timur memuat sebuah tanggal dan diperkirakan tahun 1082.tetapi bukti substansial islam di Indonesia dimulai hanya di sumatera bagian utara di akhir abad ke 13. Dua kerajaan perdagangan muslim kecil ada pada masa itu di Pasai dan Peureulak atau Perlak. 1297 makam kerajaan di Samudra bertuliskan tulisan arab.

Sekitar abad ke 15 beberapa pelabuhan kerajaan dikembangkan, semua dibawah perintah pangeran muslim. Banyak pedagang-pedagang dari Asia, Afrika dan Eropa datang kesana dan menjadi pusat perdagangan saat itu. Pedagang dari samudera pasai berlayar dari pesisir utara jawa dan tempat lainnya sampai sejauh Ternate dan Tidore di Maluku.

Markopolo menghabiskan lima bulan di sana. Perjalanan Ibn Battuta yang terkenal lainnya dalam perjalannya ke Cina dan menetap disana selama 15 hari di Samudera. Perkembangan pusat muslim pertama di Indonesia kemungkinan sebuah hasil dari perputaran komersial.

Sekitar abad ke 13, kehancuran kekuasaan kerajaan Sriwijaya, membuat pedagang luar berlabuh di sumatera bagian utara pantai Teluk Bengal, aman dari pembajak di selatan selat Malaka. Pada akhir abad ke 14, Kerajaan samudra pasai menjadi pusar komersial kaya, memberikan jalan di awal abad ke 15 dalam melindungi pelayaran malaka di pantai Malay Peninsula. Majapahit menyerang dan merampok tempat tersebut di pertengahan abad ke 14.

Perekonomian dan kekuatan politik kerajaan samudra pasai tergantung hamper semuanya pada pedagang-pedagang luar negeri. Pedagang muslim dan guru mungkin berpartisipasi dalam administrasinya dari awal dan mengenalkan praktek keagamaan yang membuat mereka nyaman.

Muslim pertama yang berada di Indonesia khususnya pasai dianggap sebuah muslim asli yang di perintah kerajaan. Portugal menempati kerajaan samudra pasai di tahun 1521, sepuluh tahun setelah penguasaannya terhadap Malaka. Melalui orang orang Portugal, pasai diketahui di eropa sebagai Pacem. Kemudian orang-orang aceh mengambil control Pasai.

Baca juga : Aksi Heroik dalam Tragedi Puputan Bali

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *