Sejarah Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah

Sejarah Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah – Kerajaan Kalingga merupakan kerajaan di tanah air di abad ke 6 di pantai utara Jawa Tengah, Indonesia. Kerajaan Kalingga merupakan kerajaan hidu budha pertama di Jawa Tengah dan bersama dengan kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanagara yang merupakan kerajaan-kerajaan tertua di Indonesia.kalingga-tukmas

Penemuan-penemuan arkeologi dan catatan sejarah dari periode ini sangat jarang ditemukan dan lokasi pasti dari ibukota atau pusat kerajaan tidak diketahui dengan jelas. Perkiraan kemungkinan berada di antara daerah Pekalongan atau Jepara.

Sebuah tempat bernama kecamatan Keling ditemukan di pantai sebelah utara kabupaten Jepara, dan bagaimanapun beberapa penemuan arkeologi berada dekat daerah Pekalongan dan Batang menunjukkan bahwa Pekalongan merupakan pelabuhan kuno, mengusulkan Pekalongan kemungkinan sebuah perubahan nama dari Pe-Kaling-an.

Kerajaan Kalingga ada antara abad ke enam dan ke tujuh dan catatan sejarah Kerajaan Kalingga ini sedikit dan kebanyakan datang dari sumber cina dan penemuan local kuno.Sumber-sumber Cina datang dari Cina dan menunjukkan pada dinasti Tang.

Berdasarkan biksu budha Cina Yijing, di tahun 664 seorang biksu budha Cina Huining telah tiba di Heling dan menetap disana selama sekitar tiga tahun. Selama kunjungannya dan dengan ditemani Jnabhadra seorang biksu Heling, Huining menerjemahkan banyak naskah-naskah Hinaya Budha.

Pada tahun 674 masehi, Kerajaan Kalingga dipimpin oleh ratu Shima, dikenal tidak baik karena hukuman sengitnya melawan pencurian, yang mendorong orang-orangnya untuk menjadi jujur dan menegakkan kebenaran yang sesungguhnya.

Berdasarkan cerita kuno, suatu hari seorang raja dari luar negeri menempatkan sebuah tas berisikan emas di persimpangan Kerajaan Kalingga untuk menguji kebenaran rumor yang dikenal dan kejujuran orang-orang Kerajaan Kalingga.

Hasilnya tidak ada yang berani menyentuh tas tersebut yang bukan milik mereka dampai setelah tiga tahun kemudian ketika anak ratu Shima, pangeran makhota, dengan tidak sengaja menyentuh tas tersebut dengan kakinya.

Ratu Shima mengeluarkan sebuah hukuman kematian untuk anak laki-lakinya sendiri tetapi keputusan digulingkan oleh menteri yang memohon ke ratu Shima untuk menngampuni pangeran.

Karena kaki pangeran yang menyentuh tas berisi emas, jadi kaki pangeranlah yang harus dihukum sehingga kaki pangeran dipotong. Berdasarkan Carita Parahyangan, sebuah buku yang disusun di periode terakhir, cucu ratu Shima Sanjaya, yang merupakan raja kerajaan Sunda dan kerajaan Galuh dan juga pendiri kerajaan Medang.

Antara tahun 742 dan 755 masehi, Kerajaan Kalingga telah berpindah jauh kea rah timur Dieng Plateau, kemungkinan jawaban budha Sailendras. Prasasti Tukmas diperkirakan sebenarnya dari masa Kerajaan Kalingga.

Prasasti Tukmas ditemukan di lereng sebelah barat gunung merapi di dusun Dakawu, desa Lebak, kecamatan Grabag, kabupaten Magelang, Jawa Barat dan mengenai ini ditulis dalam naskah Pallava dalam sansekerta mengatakan mengenai air bersih yang menakutkan dan dihormati sebagai analogi sumber Gange suci di India.

Prasasti juga memiliki tanda-tanda Hindu dan pemandangan seperti trisula, kamandalu (tempat air), parashu (palu), kalangcengkha (perisai), chakra dan padma, semuanya itu merupakan symbol dewa hindu.

Prasasti lain juga berasal dari periode yang sama yaitu prasasti Sojomerto yang ditemukan di kabupaten batang (sojomerto) jawa tengah. Ini ditertulis di naskah Kavi yang berasal dari abad ke 7. Prasasti ini menceritakan seorang pemimpin bernama Dapunta Selendra.

Sejarahwan Indonesia Prof. Drs. Boechari menyarankan bahwa Daputra Selendra adalah pewaris Sailendras yang kemudian akan menjadi pemimpin kerajaan Mataram.

Baca juga : Sejarah Kerajaan Kediri atau Kadiri di Jawa

Loading…

2 thoughts on “Sejarah Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah

  1. Pingback: Konferensi Meja Bundar, Sejarah Indonesia | Joko Warino Blog

  2. Pingback: Menanjak Tanah Tertinggi Jawa Barat Gunung Ciremai | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *