Sejarah Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangan ajaran Hindu di Indonesia. Kerajaan yang diambil namanya dari buah maja itu merupakan kerajaan bercorak Hindu terbesar sekaligus terakhir di Pulau Jawa.

Kerajaan ini bermula dari pembukaan lahan yang dilakukan oleh Raden Wijaya bersama dengan orang-orang Madura.

p 157

Selain dikenal sebagai kerajaan Hindu terbesar di Pulau Jawa, kerajaan ini juga memiliki cita-cita mulia yakni menyatukan Indonesia. Atas dasar cita-cita tersebut, Kerajaan Majapahit kerap disebut sebagai kerajaan nasional.

Kerajaan Majapahit lahir di masa yang sulit yang pada saat itu sedang terjadi perubahan besar. Di bawah kepemimpinan Raden Wijaya, kerajaan ini berdiri dan berusaha keluar dari peliknya keadaan usai runtuhnya Kerajaan Singasari.

Demi menjaga keamanan dan ketentraman kerajaan, Raden Wijaya memberlakukan peraturan pemerintahan. Ia meminta tokoh-tokoh yang telah berjuang demi kelangsungan Kerajaan Majapahit diberi kedudukan dalam sistem pemerintahan.

Pada 1309, Raden Wijaya digantikan oleh anak laki-lakinya, Jaya negera. Sayang pada masa kepemimpinan Jaya negera terjadi kekacauan di tanah Kerjaan Majapahit. Kekacauan tersebut didasari oleh ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Jaya negera.

Bahkan kekacauan tersebut berbuah pada pemberontakan yang membahayakan keberlangsungan Kerajaan Majapahit. Di bawah kepemimpinan Gajah Mada, Jaya negera berhasil memenangkan perselisihan dan menjabat sebagai raja hingga tahun 1328.

Kejayaan dirasakan oleh Kerajaan Majapahit di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk. Pada masa itu, ia berhasil memiliki kekuasaan hampir di seluruh tanah air. Sayang pada masa itu, Kerjaan Majapahit harus rela menghadapi perang dengan Pajajaran. Perang tersebut diberi nama perang Bubat.

Hingga pada tahun 1364, Gajah Mada meninggal dunia dan disusulo leh Hayam Wuruk yang wafat pada tahun 1389. Kedua hal tersebut menjadi awal dari surutnya kejayaan Kerajaan Majapahit.

Selain kehilangan kedua tokoh besarnya, pada masa itu pula Kearjaan Majapahit harus rela menghadapi perang saudara. Hingga akhirnya sekitar tahun 1518, kekuasaan kerajaan Hindu terbesar di Pulau Jawa ini direbut oleh Kerajaan Demak.

Meski harus berakhir dengan kekalahan dari Kerajaan Demak, Kerajaan Majapahit dikenal sebagai kerajaan makmur. Di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit berhasil menjadi pusat perhatian khususnya di sektor pertanian dan perdagangan.

Bahkan kisahnya tertulis hingga keTiongkok. Menurut berita dari Tiongkok, Wng Ta-Yuan, rakyat yang menetap di Pulau Jawa dikenal kaya akan hasil bumi. Hayam Wuruk juga menyejahterakan rakyatnya melalui saluran perairan, bendungan, dan membuka lahan baru untuk perdagangan.

Sementara rakyat yang hidup di bawah kekuasaan Kerjaan Majapahit dikenal damai dan tentram. Sebagai seorang raja, Hayam Wuruk dikenal kerap turun tangan langsung untuk melihat kesehteraan rakyatnya. Berbagai hasil kebudayaan juga dilahirkan oleh rakyat Kerajaan Majapahit, seperti candid ankitab-kitab.

Baca Artikel Lainnya :

Untuk menjaga kedamain dan kesejahteraan rakyatnya, pihak Kerjaan Majapahit memberlakukan Kitab Kutara manawa yang berisi peraturan mengenai hukum yang berlaku diKerjaan Majapahit.

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *