Sejarah Kerajaan Makassar

Pusat kerajaan di Indonesia ternyata tidak hanya terletak di Pulau Jawa dan Sumatera, Pulau Sualwesi ternyata juga menyimpan kisah sejarah mengenai kerjaannya. Kisah Kerajaan Makassar dimulai saat bergabungnya dua kerajaan yakni Gowa dan Tallo.

Kedua kerajaan tersebut bergabung dan berada di bawah kepemimpinan Raja Gowa yakni Daeng Manrabba.

n 55

Namanya berubah menjadi Sultan Alauddin usai resmi menganut agama Islam. Sementara Raja Tallo menjabat sebagai seorang mangkubumi.

Saat itu posisi Raja Tallo diduduki oleh Karaeng Mattoaya yang kemudian memiliki gelar Sultan Abdullah. Pusat pemerintahan kerajaan ini berada di kota Makassar.

Kerajaan yang terletak di Pulau Sulawesi ini menjadi salah satu kerajaan besar di Indonesia karena letak geografisnya yang strategis. Kerajaan Makassar berada di jalur perlintasan antara Malak dan Maluku.

Hal tersebutlah yang menjadi daya tarik pedagang untuk singgah kekawasan Kerajaan Makassar. Tak perlu waktu lama bagi kerajaan ini untuk menjadi kerajaan tersohor dan penting khususnya di sektor perdagangan di wilayah timur tanah air.

Perkembangan agama Islam juga tidak dapat dilepas dari perjalanan sejarah Kerajaan Makassar. Ajaran agama islam dikenal berkembang cukup pesat di daerah Sulawesi Selatan. Pada masa itu, Kerajaan Makassar dipimpin oleh Raja Alauddin sekitar tahun 1561.

Pada era tersebut juga, Kerajaan Makassar mulai menggeluti sektor perdagangan, khususnya perdagangan maritim. Berkembangnya sektor perdagangan di kawasan Kerajaan Makassar berdampak pada peningkatan kesejateraan rakyat Kerajaan Makassar.

Puncak kejayaan Kerajaan Makassar terjadi di era kepemimpinan Sultan Hasanuddin. Pada masa itu, Kerajaan Makassar berhasil menguasai seluruh wilayah Sulawesi bagian Selatan. Sultan Hasanuddin juga bertekad untuk memperluas kekuasaannya hingga ke Nusa Tenggara. Namun, keinginannya tersebut mendapat penolakan dari Belanda.

Perbedaan pendapat antara Kerajaan Makassar dengan Belanda kerap menimbulkan peperangan. Namun Sultan Hasanudin tidak pernah gentar melakukan perlawanan kepihak Belanda.

Ia bahkan tak segan-segan melawan pasukan Belanda yang sedang berada di Maluku. Penyerangan tersebut mengakibatkan pasukan Belanda terdesak.

Usai Sultan Hasanuddin turun tahta, Kerajaan Makassar dipimpin oleh anak laki-lakinya, Mapasomba. Pada masa itu, Belanda melayangkan serangan besar-besaran dan berhasil menghancurkan pasukan Mapasomba. Atas serangan tersebut, Belanda berhasil menguasai penuh Kerajaan Makassar.

Selain dikenal kuat dengan ajaran Islam dan sistem perdagangannya, kegiatan kemaritiman juga tidak dapat dipisahkan dari Kerajaan Makassar. Hal tersebut terlihat dari alat penangkap ikan dan kapal pinisi yang kental dengan kemaritiman.

Baca Artikel Lainnya :

Rakyat Kerajaan Makassar juga kerap mengembangkan sastra pada masa itu. Salah satu hasil pengembangan di bidang sastra adalah dengan lahirnya kita bLontara.

Selain dalam bidang sastra, rakyat Kerajaan Makassar juga mengembangkan bidang seni suara dan bangunan. Namun kedua hasil seni tersebut masih belum diketahui karena kurangnya sumber informasi mengenai kedua hal tersebut.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *