Sejarah Kerajaan Malaka

Perjalanan kerajaan di Indonesia memang sudah berlangsung sejak beratur-ratus tahun yang lalu. Dalam perjalanan sejarah di Indonesia, keberadaan Kerajaan Malaka tentu tidak dapat dilupakan.

Kerajaan ini didirikan oleh Para meswara pada sekitar antara tahun 1380 hingga 1403. Pada saat itu Para meswara sedang melarikan diri dari Sriwijaya karena serangan yang digencarkan oleh Majapahit.

q 102

Pada saat mendirikan Kerajaan Malaka, di kawasan tersebut sudah terdapat penduduk asli Malaka yang bermata perncaharian nelayan. Jumlah mereka yang tidak banyak, sekitar 30 keluarga, mengakibatkan Para meswara berhasil mendominasi.

Para meswara bersama dengan penduduk asli Malaka merubah daerah tersebut menjadi kota ramai dan diperhitungkan di Indonesia kala itu.

Nama Malaka sendiri diambil dari nama sebuah pohon yang digunakan oleh Para meswara untuk berteduh usai berburu. Namun ada versi lain yang menyatakan bahwa nama Malaka diambil dari bahasa Arab.

Malaqah yang berarti tempat pertemuan atau malakat yang berarti perhimpunan perdagangan atau Malqa yang berarti tempat untuk bertemu. Sementara orang asli Malaka menyatakan bahwa nama Malaka diambil dari nama sebuah pohon kayu, Melaka yang berada di tebing muara Sungai Melaka.

Kawasan Malaka memang dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama islam karena lokasinya yang menjadi wilayah perdagangan. Malaka kerap didatangi oleh para pedagang islam. Hal tersebutlah yang menjadi alasan ajaran agama islam menyebar di kawasan ini.

Kawasan Malaka bukan hanya menjadi pusatpenyebaran agama islam di Indonesia, tetapi juga menjadi pusat penyebaran agama islam di kawasan Asia. Kerajaan Malaka mencapai masa kejayaannya saat dipimpin oleh Sultan Masyur Syah.

Pada masa itu, daerah-daerah kekuasaan Malaka memeluk agama islam. Untuk menyebar luaskan agama islam, pihak kerajaan melakukan perkawinan antar keluarga kerajaan.

Di balik kehebatan dan kesohorannya, Kerajaan Malaka tergolong sebagai kerajaan dengan umur pendek. Kerajaan yang didirikan oleh Para meswara ini harus jatuh pada tahun 1511 atau sekitar setengah abad dari waktu didirikannya.

Malaka runtuh akibat serangan yang dilontarkan Portugis pada sekitart ahun 1511. Serangan tersebut dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque. Kerajaan Malaka mengalami kehancuran di bawah kepemimpinan Sultan Mahmud Syah.

Meski tergolong berumur pendek, kerajaan ini memiliki tatanan hukum yang baik untuk menjaga ketentraman dan kedamaian rakyatnya. Walau Kerajaan Malaka menjadi pusat penyebaran ajaran Islam, dalam pengaturan sistem pemerintahannya kerajaan ini tidak menerapkan sistem pemerintahan islam sepenuhnya.

Baca Artikel Lainnya :

Dalam peraturan yang disusun oleh pemegang kekuasaan Kerajaan Malaka hanya menganut 40,9 persen aturan islam. Tak banyak berbeda dengan pengaturan sistem pemerintahan dalam undang-undang yang diberlakukan pun tidak semua mengikuti aturan islam.

Namun Kerajaan Malaka berhasil memimpin dengan baik.Kerajaan Malaka terdiri dari raja, sultan, dan menteri-menteri yang bertugas membantu raja.

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *