Sejarah Kerajaan Maritim Terbesar – Sriwijaya

Siapa yang tak mengenal kerajaan Sriwijaya, salah satu kerajaan maritim terbesar di Indonesia pada masanya. Kerajaan ini juga meninggalkan berbagai cerita sejarah bagi seluruh rakyat nusantara. Sriwijaya berhasil menguasai perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Daerah kekuasaannya mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, bahkan beberapa wilayah Asia seperti Thailand, Semenanjung Malaya, dan Kamboja.

fu 107

Awal Berdirinya Kerajaan Sriwijaya

Nama Sriwijaya diambil dari bahasa Sanskerta, kata “Sri” yang berarti bercahaya atau gemilang, dan “Wijaya” yang berarti kejayaan atau kemenangan. Sehingga bila disatukan artinya cahaya kemenangan. Bukti penemuan kerajaan Sriwijaya memang dijelaskan dalam banyak prasasti.

Tapi masih minim yang benar-benar menguraikan dengan jelas mengenai asal-usul Kerajaan Budha ini. Sejarah awal munculnya kerajaan Sriwijaya diceritakan pada tahun 682 Masehi oleh Pendeta Tiongkok bernama I-Tsing, yang kala itu hendak singgah di Sriwijaya untuk belajar bahasa Sansekerta, serta ditemukannya prasasti Kedukan Bukit di Palembang.

Perkembangan Kerajaan Sriwijaya

Pusat masa kejayaan kerajaan Sriwijaya adalah pada abad ke-8 hingga abad ke-9. Dimana saat itu Sriwijaya berhasil menjadikan kerajaannya sebagai pusat perdagangan dan maritim di Asia dan wilayah kekuasaannya diperluas. Para pedagang yang datang dari berbagai wilayah membuat Sriwijaya semakin makmur.

Dan disitu pula kerjasama dalam bidang perdagangan dengan Cina dan Arab mulai dibentuk, sehingga kekayaan Sriwijaya pun semakin bertambah. Masa kejayaannya digambarkan di relief candi Borobudur, dimana terdapat ukiran kapal layar bercadik yang dipakai Sriwijaya untuk mengarungi nusantara.

Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya

Akhirnya pada abad ke-13 Sriwijaya runtuh dan kekuasaannya jatuh ke tangan kerajaan Majapahit. Rajanya yang pertama bernama Dapunta Hyang Sri Jayanasa, dan yang terakhir yaitu Sri Udayadityawarma. Berikut beberapa faktor penyebab keruntuhannya:

  1. Serangan kerajaan Cholamandala dari India berhasil memukul mundur armada perang Sriwijaya, dan perdagangan di Asia Tenggara pun diambil alih.
  2. Melemahnya kerajaan Sriwijaya menyebabkan daerah-daerah kekuasaannya berhasil melepaskan diri.
  3. Adanya kekuatan baru yaitu Paguruyung dan Dhamasraya yang mengambil alih Pulau Sumatera, Bagian Barat Pulau Jawa, dan Semenanjung Malaya.
  4. Makin terpuruknya ekonomi kerajaan Sriwijaya menyebabkan banyak pedagang yang meninggalkan kawasan perdagangannya.
  5. Muncul kerajaan-kerajaan baru yang kuat seperti kerajaan dibawah kekuasaan Dhamasraya, dan kerajaan lain yaitu Singasari.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Berikut nama-nama prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya:

  1. Prasasti Kedukan Bukit, menceritakan kisah perjalanan Dapunta Hyang dan 20.000 orang kawanan tentaranya selama 8 hari berhasil menguasai banyak wilayah.
  2. Prasasti Talang Tuo ditemukan di Palembang, menceritakan taman Srikserta yang dibuat oleh Dapunta Hyang.
  3. Prasasti Kota Kapur ditemukan di Bangka, menceritakan permohonan keselamatan Sriwijaya kepada Dewa.
  4. Prasasti Karang Birahi ditemukan di Jambi, isinya sama dengan prasasti Kota Kapur.
  5. Prasasti Talang Batu ditemukan di Palembang, menceritakan siapapun yang melanggar perintah raja akan mendapat kutukan.
  6. Prasasti Palas di Pasemah ditemukan di Lampung, menceritakan keberhasilan Sriwijaya menguasai Lampung.
  7. Prasasti Ligor ditemukan di tanah genting Kra, menceritakan Darmaseta yang menguasai Sriwijaya.

Baca Artikel Lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *