Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

Dalam perkembangan sejarah di Indonesia dikenal dua Kerajaan Mataram yakni Kerajaan Mataram Kuno dan Kerajaan Mataram Islam.

h 31

Kerajaan Mataram Islam merupakan awal dari terbentuknya kesultanan Yogyakarta, sedangkan Kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan yang kental akan corak Hindu.

Perjalanan politik di Kerajaan Mataram sudah dimulai sejak berdirinya Kerajaan Mataram Lama. Namun berbeda dengan Kerajaan Mataram Kuno yang kental akan corak agama Hindu, pada Kerajaan Mataram Kuno didominasi dengan corak ajaran Budha.

Pada perjalanannya salah satu kerajaan tertua di dunia ini terdiri dari dua dinasti yakni Dinasti Sanjaya dengan mayoritas ajaran Hindu dan Dinasti Syailendra yang didominasi dengan ajaran Budha.

Pada prasasti-prasasti mengenai kedua dinasti tersebut dikatakan bahwa kedua dinasti itu saling berebut kepemimpinan. Kisah mengenai Dinasti Sanjaya tertulis dalam Prasasti Canggal yang diperkirakan telah ada sejak 732 Masehi.

Dalam prasasti tersebut tertuliskan bahwa Sanjaya adalah seorang keponakan dari Sanna. Sementara kisah Dinasti Syailendra tercantum dalam prasasti Sojomerto yang tidak diketahui tahun pasti pembuatannya. Dalam prasasti tersebut tertulis kisah mengenai Dapuntah yang Syailendra.

Puncak kejayaan Dinasti Sanjaya terjadi pada masa pemerintahan Raja Dyah Balitung. Raja Dyah Balitung. Berkuasa di wilayah Jawa Tengah dan JawaTimur. Pada masa itu pula, ia mendirikan candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, Candi Prambanan.

Usai Dyah Balitung turun tahta, tidak banyak terjadi perubahan pada sistem pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno.

Meski termasuk dalam salah satu kerajaan besar di Pulau Jawa, Kerajaan Mataram Kuno mengalami masalah dalam hal perkembangan perekonomian.

Hal tersebut terjadi lantaran letak geografis Kerajaan Mataram Kuno yang sulit ditempuh Atas dasar tersebut, mayoritas rakyat Kerajaan Mataram Kuno bergantung kepada sektor agraris.

Walau letak geografis yang tidak mendukung, Raja Kayuwangi yang pada masa itu sedang memimpin tetap berusaha membangun sektor pertanian wilayahnya. Gambaran mengenai kondisi perekonomian rakyat Kerajaan Mataram Kuno tertuang dalam prasasti Purworejo.

Pada prasasti itu dituliskan bahwa Raja Belitung berusaha mendirikan pusat perdagangan untuk mengembangkan perekonomian rakyatnya. Ia juga memanfaatkan Sungai Bengawan Solo sebagai sarana transportasi.

Sementara dari sektor sosial, masyarakat Mataram Kuno menganut sistem layaknya umat Hindu. Seorang Brahmana diberikan izin untuk menjadi pejabat layaknya seorang ksatria dan seorang Ksatria dapat menjadi seorang pertapa.

Kerajaan Mataram Kuno percaya bahwa dengan adanya keserasian antara alam dan manusia maka dapat menimbulkan hubungan sejalan yang berbuah pada perdamaian dan kesejahteraan.

Baca Artikel Lainnya :

Dari aspek kebudayaan, Kerajaan Mataram Kuno melahirkan beberapa candi. Selain Candi Prambanan, lahir pula Candi Arjuna, Candi Bima, dan Candi Nakula di bawah kepemimpinan Raja Sanjaya.

Sementara Candi Prambanan sendiri lahir dibawah kekuasaan Rakai Pikatan. Pada masa Kerajaan Mataram Kuno juga mendirikan Candi Borobudur.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *