Sejarah Munculnya Bahasa Indonesia

Indonesia yang merupakan negara berbentuk kepulauan menjadikan masing-masing daerahnya memiliki bahasa tersendiri. Setiap suku memiliki bahasa asli mereka yang sejak dulu digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan lainnya. Hingga kemudian disadari bahwa dalam satu negara dengan bahasa yang berbeda-beda akan menjadi suatu faktor pemecah. Lantaran adanya komunikasi yang kurang lancar dan sulitnya bertukar pendapat dan mengungkapkan apa yang dipikirkan.

fu 73

Asal Bahasa Indonesia

Menurut catatan sejarah, dan dalam buku Sejdarah Bahasa Indonesia yang dikarang oleh Sultan Takdir Alisjahbana. Dalam buku tersebut, beliau menyampaikan bahwa Bahasa Melayu menjadi salah satu bahasa yang mampu merangkul semua kepentingan golongan untuk bersama. Sehingga tidak salah apabila Bahasa Melayu menjadi akar mula dari munculnya Bahasa Indonesia, yang disebut sebagai Lingua Franca. Bahasa Melayu sendiri pada dasarnya bukanlah bahasa ibu dari masyarakat atau penduduk pulau-pulau di tanah air.

Oleh Alisjahbana juga menuturkan, Bahasa Melayu diperkenalkan ke Indonesia oleh para saudagar atau pedagang yang masuk ke wilayah nusantara. Para pedagang tersebut sudah melanglang buana hingga ke berbagai negara dan memperkenalkan bahasa yang mudah dipelajari dan dipahami.

Hingga kemudian untuk kebutuhan berkomunikasi, bertransaksi dengan penduduk lokal. Para pedagang tersebut menggunakan Bahasa Melayu dan mulai dikenal luas. Perkembangan Bahasa Melayu sendiri cukup pesat, dan awalnya berkembang di kawasan Asia Selatan.

Masuknya Bahasa Belanda di Indonesia

Bahasa Melayu sudah menjadi bahasa keseharian oleh hampir semua penduduk di berbagai wilayah di Indonesia sebelum bangsa Belanda datang. Kedatangan bangsa Belanda mau tidak mau harus ikut menggunakan bahasa tersebut untuk berkomunikasi dengan masyarakat lokal.

Kemudian setelah Belanda memiliki kekuatan politik dan berhasil memimpin Indonesia ada banyak perdebatan perihal bahasa ini. Oleh Gubernur Jenderal Roshussen, Bahasa Melayu diperbolehkan menjadi bahasa pengantar untuk proses mengajar di sekolah-sekolah.

Sayangnya tidak semua pihak dari Belanda sendiri memiliki pendapat serupa, sebab ada beberapa sekolah yang melarang penggunaan Bahasa Melayu. Seorang keturunan Belanda yakni Van der Chijs memberikan saran untuk memperkenalkan mata pelajaran bahasa Belanda di sekolah-sekolah.

Sehingga kemudian ada pelajaran khusus yang mengharuskan siswa di kelas menggunakan bahasa asal Belanda tersebut. Seiring berjalannya waktu kemudian bahasa Belanda kalah saing dengan Bahasa Melayu karena lebih sulit untuk dipahami penduduk lokal.

Tepat pada tahun 1926 oleh Kongres Pemuda I mengemukakan bahwa menjadi penting menjadikan Bahasa Melayu sebagai sastra Indonesia. Berlanjut pada tahun 1928 oleh Kongres Pemuda II kemudian mengikrarkan Sumpah Pemuda yang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

James Snnedon seorang penulis berkebangsaan Australia, kemudian menulis buku berjudul The Indonesian Language. Beliau menuturkan bahwa isi dari Sumpah Pemuda merupakan Bahasa Melayu dengan tingkatan tertinggi. Bahasa Indonesia kemudian diperkenalkan, dan berdiri Pusat Bahasa pada tahun 1969 yang bertugas untuk menata aturan dalam berbahasa Indonesia.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *