Sejarah Penting Dari Lahirnya Hari Sumpah Pemuda

Tak sedikit perjuangan yang dilakukan oleh Indonesia dalam memperjuangkan hak dan asasinya. Seperti halnya perjuangan para pemuda Indonesia dalam mendapatkan kemerdekaannya. Perihal ini tak terlepas akan adanya tindakan yang diawali rasa nasionalisme yang teramat mencintai negara Indonesia.

f 6

Rasa cinta tanah air ini pun menjadikan hasil salah satunya ialah lahirnya hari sumpah pemuda di tanggal 28 Oktober 1928. Di hari itulah para pemuda dan pemudi Indonesia menyatakan nasionalismenya melalui sumpah yang meliputi akan rasa cinta tanah air, bahasa Indonesia dan bangsa Indonesia.

Latar belakang dari hari sumpah pemuda

Peristiwa yang menyatakan adanya ikrar dalam sumpah pemuda itu pun tak terlepas akan rasa nasionalisme yang teramat dalam. Rasa cinta tanah ini semakin tumbuh tak kala masyarakat Indonesia ingin mendapati suatu kebebasan di negaranya sendiri. Dimana pada masa itu, Indonesia sedang dijajah oleh Belanda. Tak sedikit pula pihak-pihak yang mencoba untuk melawan dan menciptakan suatu kebebasan.

Ada banyak sekali aturan dan larangan dari penjajah di masa itu dan tindakan tersebut merupakan intimidasi yang besar. Namun tak banyak pihak-pihak yang berani dan bersedia untuk menyatakan apa yang menjadi haknya guna melawan penjajahan dari kolonial Belanda itu. Hingga akhirnya di tanggal 20 Mei 1908 Boedi Oetomo mendirikan sebuah organisasi pemuda dan pemudi yang diketuai oleh Wahidin Soedirohoesoda.

Namun tak lama kemudian sang ketua memilih memberikan kesempatan kepada mereka yang muda untuk memimpin organisasi tersebut. Organisasi dari Boedi Oetomo ini merupakan salah satu jalan yang membuka kesempatan bagi para pemuda untuk menyampaikan apresiasinya. Bahkan organisasi ini menjadi tonggak pertama yang melatarbelakangi lahirnya hari sumpah pemuda. Tepatnya di Yogyakarta pertemuan tersebut dimulai untuk kali pertama kalinya.

Organisasi yang mendukung lahirnya sumpah pemuda

Selain organisasi dari Boedi oetomo ini, di tahun 1912 Douwes Dekker mendirikan sebuah organisasi yang bernama Indische Partij. Organisasi milik Belanja ini membuka suatu konsep nasionalisme Indonesia. Melihat Belanda pun ikut bergerak, membuat Haji Samahudi di kota Surakarta pun membangun organisasi bernama Sarekat Islam.

Yang mana organisasi ini lebih islami dan kejawen. Di samping itu organisasi ini dikesankan bersifat anti Tiongkok, bukan anti Belanda. Hingga kemudian organisasi islam ini pun diimbangi oleh KH Ahmad Dahlan yang membuka organisasi bernama Muhammadiyah di Yogyakarta. Kemudian organisasi ini disusul oleh Indo Europeesch Verbord di tahun 1919.

Hingga di tahun berikutnya yakni di tahun 1927 Soekarno mendirikan partai nasional Indonesia atau PNI di kota Bandung. Partai inilah yang dikenal sebagai partai pertama Indonesia tanpa campur tangan pihak asing. Kemudian diadakannya pertemuan antara para pemuda Indonesia yang diadakan di Batavia.

Pertemuan ini memang belum menghasilkan apapun, hingga di pertemuan kedua  dua tahun setelahnya yakni pada tanggal 28 Oktober 1928 dan menandakan akan terciptanya hari sumpah pemuda Indonesia.

Baca Artikel Lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *