Sejarah Perang Dunia I dan II

Dunia mengalami perubahan karena berbagai macam faktor, misalnya karena inovasi ataupun karena perang. Perang dunia (PD) I dan II memberikan pengaruh yang besar pada dunia. PD I terjadi pada 28 Juli 1914-11 November 1918 antara Sekutu dan Sental. Pihak sekutu adalah Britania Raya atau Inggirs, Rusia, Perancis dan pihak Sentral yaitu Italia, Jerman, Austria-Hongaria. PD II terjadi pada 1 September 1939-2 September 1945 antara Sekutu dan Poros.

fu 27

Sebelum PD I, terjadi konflik antara Sentral atau Aliansi Dua dengan Rusia karena Negosiasi gagal tentang Draikaiserbund (pembentukan Liga Tiga Kaisar) antara kanselir Jerman, Otto von Bismarch, Austria-Hongaira, Rusia. Austria-Hongaria bersekutu dengan Jerman (1879) namun konflik Eropa (1879) masih dapat dihindari karena perjanjian yang mampu menjaga Rusia tetap di Aliansi Dua karena kekaisaran Jerman yang mengatur. Aliansi Jerman-Autria-Hongaria meluas dan Italia bergabung sehingga menjadi aliansi tiga (1882).

Pemicu PD I adalah Adipati Agung Franz Ferdinand, pewaris tahta Austria-Hongaria, dibunuh pelajar Serbia Bosnia, Gavrilo Princip sehingga Austria-Hongaria memberikan ultimatum yang hanya menjadi alasan untuk memulai perang dengan Serbia. Deklarasi perang terjadi pada 28 Juli 1914.

Dilain pihak, Jerman menerapkan rencana Shlieffen (30 Juli 1914) untuk menginvasi Perancis agar angkatan daratnya kalah dan kemudian bergerak ke timur untuk dapat melawan Rusia sehingga Perancis mundur 10 km. 2 Agustus 1914, pernyataan perang ke Rusia dari Jerman dan penyerbuan Belgia dilakukan sehingga membuat Inggris menyatakan perang ke Jerman (4 Agustus 1914).

Awalnya Amerika menyatakan netral namun karena penenggelaman 7 kapal dagang oleh Jerman, membuat Amerika ikut berperang. Sebelumnya, kapal-U Jerman (7 Mei 1915) menenggelamkan RMS Lusitania dan menewaskan 128 warga Amerika. Gencatan terjadi pada 3 November 1918 karena Austria-Hongaria yang meminta. Perjanjian damai dilakukan di Compeighne (11 November 1918) antara kedua belah pihak. Akibat PD I, Jerman mengalami perubahan besar terutama di bidang teritorinya. Beberapa akibat yang harus ditanggung Jerman diantaranya:

  • 13% wilayah hilang karena perjanjian Versailles,
  • Pembatasan jumlah pasukan bersenjata,
  • Dilarang menganeksasi negara lain,
  • Membayar kerusakan akibat perang.

Kekaisaran Jerman bubar karena revolusi Jerman dan Adolf Hitler bergabung dengan Partai Pekerja Jerman dengan tujuan menolak pemerintahan Jerman Baru dan revolusi (1923). Usahanya gagal dan membuatnya masuk penjara namun kemudian dibebaskan (1924). Hitler yang mengecam perjanjian Versailles dengan paham anti-komunis berhasil memukau rakyat, ditunjuk menjadi kanselir kemudian merubah nama Republik Weimar (Jerman) menjadi Reich Ketiga (1933).

Pengembalian kekuatan tempur Jerman lebih cepat karena Teritori Cekungan Saar bergabung menolak Versailles. 3 September 1939, Sekutu mendeklarasikan perang dan PD II dimulai. Cara melemahkan Jerman dilakukan dengan memblokir perairannya. Uni Soviet (Rusia) kemudian menyerang Polandia (17 September) dan kekalahan Jerman (19 April 1945) dari Sekutu, menandai jika PD II berakhir.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *