Sejarah Terjadinya G30SPKI

Peristiwa sejarah yang disebut dengan nama G30S/PKI merupakan nama dari gerakan 30 September atau disebut pula dengan Gestapu. Peristiwa ini merupakan sebuah duka yang mendalam karena di hari setelah tanggal tersebut telah terjadi suatu pembunuhan yang menimpa tujuh perwira tinggi militer.

fi 72

Sejarah dan kronologis dari peristiwa G30S/PKI

Peristiwa G30 S/PKI ini merupakan peristiwa yang didahului adanya beberapa kisah. Seperti kisah dari partai komunis Indonesia yang dinyatakan sebagai partai komunis terbesar di saat itu. Kekuasaan dari PKI juga telah mengontrol pergerakan buruh secara penuh, serta disusul pula dari pergerakan petani, pergerakan wanita, pergerakan sarjana dan organisasi penulis. Bila ditotal maka para pendukungnya tersebut mencapai lebih dari 20 juta orang.

Di balik kisah itu semua, ternyata masyarakat merasa curiga tentang peristiwa 30 September itu adalah ulah dari PKI. Tepatnya lagi karena pada bulan Juli di tahun yang sama presiden Soekarno menyatakan sebuah dekrit baru dan membuat PKI ada di belakang dari ketetapan tersebut. keputusan itupun disambut dengan gembira yang mana Presiden Soekarno telah menyatakan adanya demokrasi terpimpin.

Dimana menurut para PKI dengan dekrit tersebut adalah konsep dari NASAKOM atau nasionalis, agama dan komunis. Sayangnya, pada masa ini gabungan dari kaum borju dan PKI tak dapat menekan independen dari para petani dan buruh. Hingga akibatnya menjadikan sebuah masalah di bidang ekonomi sekaligus politik.

Tak berhenti di situ saja, peristiwa G30S/PKI baru juga dimulai pada tanggal 1 Oktober. Para anggota PKI ini telah berkumpul di lapangan udara halim perdana kusuma untuk menuju ke daerah selatan Jakarta. Dalam pergerakan ini, PKI mempunyai tujuan untuk menculik tujuh jenderal yang masing-masing adalah staff tentara.

Pada peristiwa ini, terdapat tiga korban yang di bunuh di rumah masing-masing yaitu M.T. Haryono, Ahmad Yani dan D.I Panjaitan. Sedangkan Sutoyo, S. Parman dan Soeprapto ditangkap dalam keadaan hidup. Namun jenderal Abdul Harris Nasution telah berhasil kabur dan sayangnya, ajudan pribadinya yang bernama Piere Tendean ditangkap dan juga putri dari ajudan tersebut bernama Ade Irma Suryani juga berhasil ditembak mati.

Semua korban yang masih hidup itu juga dibunuh dan dibuang ke Lubang buaya. Bahkan di buang ke sumur dekat markasnya.

Dalam peristiwa ini telah berhasil digagalkan oleh Soeharto yang di keesokan harinya telah diberitahu oleh keponakannya. Kemudian Soeharto mengambil beberapa tindakan untuk menghentikan ulah dari para komunis ini. Di mulai dari pesan RRI di pagi hari yang dikomandokan oleh Untung Syamsuri, atas komando darinya.

Dari upaya ini juga diimbangi upaya lain hingga menjadikan kegagalan kudeta dan juga presiden berhasil dilindungi. Tak hanya itu saja, Soeharto juga mengambil alih beberapa komando untuk membubarkan pasukan PKI tersebut. Kemudian para jasad yang ada di lubang buaya telah ditemukan dan dikubur dengan layak.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *