Sejarah Terjadinya Perang Perjuangan di Ambarawa

Setelah pembacaan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, beberapa daerah menjadi pusat terjadinya revolusi sosial. Magelang yang berada di Jawa tengah, menjadi salah satu daerah yang merupakan pusat perubahan atau revolusi sosial tersebut.

fu 9

Revolusi kemerdekaan dari segi sosial pada dasarnya sudah mulai diperjuangkan sejak tahun 1908. Perjuangan untuk melakukan revolusi sosial ini menjadikan banyak peperangan berdarah terjadi. Mulai dari adanya intervensi antara major diplomatis dan juga diplomat internasional.

Sejarah Awal Bagaimana Terjadinya Perang di Ambarawa

Terjadinya peperangan di daerah Ambarawa dilatarbelakangi oleh adanya seruan pihak nasionalis untuk memisahkan diri dari bawah kekuasaan Belanda. Semangat untuk melepaskan diri ini kemudian mendapatkan sokongan sekaligus bantuan dari pihak Jepang. Posisi Belanda juga ikut terdesak oleh adanya infasi Jerman yang memasuki dan menguasai beberapa wilayah yang tadinya di bawah kekuasaan negara Belanda.

Jepang terus memberikan dorongan untuk melepaskan diri dan jika perlu mengusir Belanda dari Indonesia untuk selama-lamanya. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa semangat, namun juga bantuan persenjataan, strategi perang, perbaikan sistem perekonomian, dan lain sebagainya. Tanpa sadar image Jepang menjadi positif di mata rakyat dan pemerintahan Indonesia. Meskipun baru belakangan setelahnya diketahui dan disadari perbaikan Jepang sendiri bertujuan untuk membentuk sistem yang dibawa negara Matahari tersebut.

Namun sayangnya keberuntungan tidak berpihak kepada Jepang, sebab pada tanggal 6 Agustus 1945 menerima kabar adanya pengeboman hebat. Pengeboman terjadi di Kota Hiroshima, yang memporak-porandakan Jepang dan pemerintahannya dengan bom nuklir.

Belum sempat melakukan perbaikan ternyata pada tanggal 9 Agustus 1945 pengeboman dilakukan kembali di Nagasaki dan juga menggunakan bom nuklir. Kondisi dua kota besar yang menjadi pusat pemerintahan hancur inilah yang akhirnya mendesak Jepang untuk mengakui kekalahannya pada PD II.

Kondisi Jepang yang mengakui kekalahan dan perlahan mulai meninggalkan Indonesia mendapatkan perhatian dari Belanda. Sebab sudah sejak lama memiliki niatan untuk masuk kembali ke Indonesia dan menjadikannya sebagai jajahan.

Kembalinya Belanda ke Indonesia mengungkapkan sebuah kebohongan bahwa hanya bertujuan untuk mengambil para tawanan perang. Salah satunya ialah mengambil dari Ambarawa yang dilakukan oleh NICA dan memberikan persenjataan kepada para tawanan perang tersebut.

Hal ini kemudian memicu kemarahan rakyat Ambarawa dan mencoba melakukan perlawanan, namun oleh Kolonel Soedirman memiliki rencana perang tersendiri. Tepatnya pada tanggal 11 Desember 1945 beliau mengadakan pertemuan dan membahas mengenai strategi perang.

Kolonel Soedirman kemudian mengadakan rapat yang melibatkan para komandan TKR. Strategi perang dilakukan dengan menyerang beberapa kamp tentara Belanda di waktu yang tidak terduga. Serangan bertahap dilakukan, dan pertama pada tanggal 12 Desember pada jam setengah lima pagi. Perang Ambarawa kemudian berakhir pada tanggal 15 Desember 1945 dengan taktik Supit Urang yang menjadikan rakyat Ambarawa memenangkan pertempuran.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *