Sekilas Mengenal Budaya Kuliner Kota Roma Berupa Makanan Dan Jajanan lainnya Khas Orang Italia

Apakah anda pernah jalan – jalan ke kota Roma ? Banyak turis yang berpendapat bahwa kota Roma identik dengan kota Jakarta, Bandung ataupun kota – kota besar lainnya di Indonesia terutama dalam hal wisata kuliner.

Harga makanan, minuman atau jajanan di kota – kota tersebut mengikuti budaya masyarakat setempat yang tumbuh subur bak jamur pada tempat – tempat strategis untuk menjajakan makanan, minuman atau jajanan khas daerah setempat.

Dimana diketahui bahwa semakin strategis tempatnya, maka semakin mahal harga yang ditawarkan meskipun citarasa sajian yang mereka olah adalah biasa – biasa saja.

Jadi disarankan anda tidak sembarangan berbelanja makanan ketika berkunjung ke Roma setelah melihat – lihat harga makanan di Bandara, stasiun trem atau kereta api bawah tanah, daerah sekitar Vatikan, Colosseum, dll.

Lagipula kebutuhan makan terhadap perut para pengunjung biasanya normal – normal saja, seperti burger, sandwhich, cokelat, buah – buahan segar, salad, dllnya laku keras di kawasan wisata tersebut asalkan perut mereka cukup terisi dan bisa buat bertahan untuk melakukan jalan kaki yang cukup jauh. Sehingga mereka tidak pilih – pilih makan.

Fontana di Trevi – Pantheon – Bandara Leonardo da Vinci

p 121

Fontana di kawasan wisata kota Trevi merupakan taman air mancur yang sangat terkenal di Roma, tetapi memiliki usia yang sangat tua dibandingkan dengan situs – situs sejarah lainnya di kota Roma, yaitu sekitar 300 tahun yang silam.

Banyak berdiri bangunan – bangunan berusia 100 tahun di tengah – tengah rimba perkotaan besar seperti kota Jakarta dan Bandung adalah pemandangan yang luar biasa memikat hati para pengunjung, dan bangunan tersebut mampu bertahan hingga 300 tahun ke depan !

Benar – benar luar biasa dan menggambarkan semangat warga setempat dalam menjaga warisan budaya para leluhur orang – orang Eropa asli di jaman dulu.

Pantheon pada jaman dulu adalah kuil pemujaan dewa – dewi dari orang Romawi yang mengalami perubahan fungsi menjadi gereja. Bentuk bangunannya sangat unik, memiliki kubah raksasa yang berlubang dibagian puncak kubahnya.

Kubah ini dapat berfungsi sebagai tempat untuk melihat posisi bintang – bintang di langit. Posisi bintang akan membantu anda dalam menentukan kapan mulai musim tanam di ladang atau kebun dan kapan musim hujan akan datang.

Lelah melakukan jalan – jalan untuk keliling taman wisata yang maha luas, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi camilan kecil khas orang Italia, seperti yang paling populer adalah kacang kenari panggang yang dijual oleh bapak – bapak tua di taman – taman kota yang membakar kenarinya.

Dengan cara unik hanya dengan memakai gerobak angkringan mungil yang diparkir di tepi jalan – jalan tikus dengan payung besar dalam warna – warna mencolok d atasnya yang berfungsi sebagai peneduh.

Bentuk kenari bakar ini menyerupai kacang tolo, tapi isinya lunak dan gurih. Rasanya enak ! Ukurannya jumbo seperti kacang raksasa !

Jika waktu beranjak sore dan anda ingin kembali ke kota Paris tetapi tak mau ketinggalan pesawat maka segeralah berkemas dan berangkat ke Bandara Leonardo da Vinci dengan menumpang kereta khusus dari stasiun Termini yang memiliki jadwal langsung menuju ke Bandara Leonardo da Vinci.

Berhubung perut masih terasa lapar, sebaiknya anda mampir dulu ke salah satu restoran mewah yang banyak buka di area Bandara.

Lumayan, karena di tempat ini anda dapat memilih makanan yang mampu mengenyangkan perut hingga tiba di kota Paris nanti malam seperti daging ayam panggang yang dipotong besar – besar dengan baluran saos khas Eropa, kentang goreng yang garing dan sepiring pasta !

Jangan lupa untuk memesan es krim yang logo mereknya persis sama dengan es krim yang ada di Indonesia, tetapi namanya berbeda sesuai dengan bahasanya.

Piazza Di Spagna

p 122

Di lain waktu, berkunjunglah ke kawasan wisata Piazza di Spagna. Ketika senja sudah tiba dan saatnya anda makan malam maka sempatkan diri untuk berjalan – jalan melewati jalan raya Condotti yang ramainya menyerupai jalan – jalan raya besar di kota – kota besar di Indonesia, sangat padat oleh ratusan turis mancanegara.

Mirip dengan Champs – Elysee, ini adalah jalanan yang dipenuhi oleh toko – toko fashion paling terkenal di dunia. Apa saja yang mereka cari ke tempat ini saat berlibur ? Selain pakaian, parfum atau topi, kaca mata, sepatu dan tas, mereka mencari tempat untuk mengisi perut yang lagi keroncongan.

Banyak tersedia restoran kecil dan besar yang cukup apik dan mewah untuk dikunjungi para turis lokal atau mancanegara. Sajian paling banyak yang ditawarkan adalah pizza, makanan khas orang Italia.

Pizza yang ditawarkan memiliki ukuran personal ( sesuai dengan pesanan ) dan paling cocok ditemani oleh minuman Nestea rasa jeruk nipis.

Baca Artikel Lainnya :

Untuk sajian penutup mereka mengandalkan tiramisu cokelat, tiramisu kacang atau tiramisu ice cream dibalur beragam selai dari buah – buahan segar. Rasa pizza sangat mantap, dijamin anda akan ketagihan makan di resto – resto tersebut.

Demikian info dari kami, semoga berguna !

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *