Sekilas Tentang Perkebunan Kelapa Sawit

Sekilas Tentang Perkebunan Kelapa Sawit – Kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan tumbuhan tropis golongan palma yang termasuk tanaman tahunan. Tanaman ini adalahtumbuhan berkeping satu yang masuk dalam genus Elais, family Palmae, kelas Monocotyledon, subdivisio Angiospermae dengan division Spermatophyta.Nama Elaeisberasal dari kata Elaion yang berarti minyak dalam bahasa Yunani, guineensisberasal dari kata Guinea yang berarti Afrika.Kelapa sawit berasal dari Afrika Barat dan di Indonesia pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor oleh orang Belanda pada tahun 1848.

Untitled

Kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik pada daerah beriklim tropis dengan curah hujan 2000 mm/tahun dan kisaran suhu 22-33o C (Basiron 2005).Tanaman kelapa sawit baru dapat berproduksi setelah berumur sekitar 30 bulan.Buah yang dihasilkan disebut Tandan Buah Segar (TBS) atau Fresh Fruit Bunch(FFB). Produktivitas tanaman kelapa sawit meningkat ketika berumur 3-14 tahun dan akan menurun kembali setelah berumur 15-25 tahun.

Setiap pohon kelapa sawit dapat menghasilkan 10-15 TBS per tahun dengan berat 30-40 kg per tandan tergantung umur tanaman.Dalam satu tandan, terdapat 1000-3000 brondolan dengan berat satu brondolan berkisar 10-20 g. Secara botani, buah kelapa sawit terdiri dari pericarp, mesocarp, kernel (inti sawit), dan endocarp (tempurung).

Berdasarkan ketebalan tempurung dan daging buahnya, kelapa sawitterbagi menjadi empat varietas yaitu pisifera, dura, tenera, dan macrocarya.Pisifera memiliki tebal tempurung kurang dari 2 mm, tenera 2-3 mm, dura 3-5 mm, dan macrocarya 5 mm (Pahan 2007). Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan.Saat ini varietas dura merupakan varietas yang paling banyak digunakan dalam kegiatan pemuliaan kelapa sawit.

Khusus untuk perkebunan sawit rakyat, permasalahan umum yang dihadapi antara lain rendahnya produktivitas dan mutu produksinya. Produktivitas kebun sawit rakyat rata-rata 16 ton TBS/ha, sementara potensi produksi bila menggunakan bibit unggul sawit bisa mencapai 30 ton TBS/ha. Produktivitas CPO (Crude Palm Oil) perkebunan rakyat hanya mencapai rata-rata 2,5 ton CPO/ha dan 0,33 ton minyak inti sawit (PKO)/ha, sementara di perkebunan negara rata-rata menghasilkan 4,82 ton CPO/ha dan 0,91 ton PKO/ha, dan perkebunan swasta rata-rata menghasilkan 3,48 ton CPO/ha dan 0,57 ton PKO/ha.

Salah satu penyebab rendahnya produktivitas perkebunan sawit rakyat tersebut adalah karena teknologi produksi yang diterapkan masih relatif sederhana, mulai dari pembibitan sampai dengan panennya. Salah satu perkebunan menerapkan teknologi sederhana yaitu perkebunan kelapa sawit rakyat.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *