Sifat dan Pengaruh Kromosom Y

Sifat dan Pengaruh Kromosom Y – Berbicara mengenai kromosom Y maka Kita akan membahas mengenai penentuan jenis kelamin seorang bayi yang akan lahir. Kromosom Y adalah sebuah penemuan baru dan sebelumnya belum diketahui ikut mempengaruhi jenis kelamin pada bayi.

1

Dahulu sebelum 1905 ilmuan mengetahui bahwa penentu perkembangan jenis kelamin hanya dipengaruhi satu kromosom saja yakni kromosom X. hingga diperoleh sebuah penemuan baru bahwa perkembangan penentuan jenis kelamin dipengaruhi oleh dua kromosom sekaligus.

Mengenal Kromosom Y dan X

Kromosom X dan juga Y dikenal sebagai kromosom seks (alasome), kromosom Y hanya dijumpai pada jenis kelamin laki-laki. Sementara pada perempuan kromosom seksualnya hanya dipengaruhi dan dibentuk dari gabungan dua kromosom X.

itulah mengapa struktur anatomi tubuh, sifat, jenis hormon, dan lain-lain dari kedua jenis kelamin ini berbeda. Sifat-sifat yang dimiliki oleh pria belum tentu dimiliki oleh wanita, begitu pula sebaliknya. Meskipun dalam beberapa kasus ditemukan kelainan psikologi namun sejatinya tidak ada penyebab dari unsur genetik.

Kromosom Y yang disebut sebagai kromosom seks ini memang tidak hanya mempengaruhi jenis kelamin saja. Melainkan pengaruhnya cukup luas, yakni ikut menentukan jenis kelamin keturunan selanjutnya.

Semakin kuat unsur kromosom Y yang dimiliki dan dalam kondisi lingkungan yang tepat maka kemungkinan mendapatkan anak laki-laki yang sehat semakin besar. Adanya kemungkinan keturunan kurang sehat atau bahkan tidak mampu memberikan keturunan (infertil) adalah bentuk cacat kromosom Y.

Mengapa kromosom y bisa cacat?

Kromosom Y memiliki kemungkinan untuk cacat sehingga menimbulkan gangguan kesehatan reproduksi penderitanya. Penyebabnya bisa secara alami ataupun secara fisik atau buatan, penyebab alami ini karena ada masalah saat proses pembentukan kromosom Y saat masih dalam kandungan. Yakni kondisi dimana pembelahan atau meiosis untuk menggabungkan dua kromosom seks mengalami kendala. Akibatnya ada struktur kromosom seks yang abnormal, dan terbagi ke dalam dua jenis:

  1. Tambahan kromosom Y (menjadi XYY)

Adanya kemungkinan penambahan kromosom Y mempengaruhi bentuk fisik dari laki-laki, perbedaan ini bisa dilihat secara fisik. Sebab memang menunjukkan perbedaan dari laki-laki lain dari segi fisiknya.

Semisal laki-laki dengan kromosom Y ganda akan memiliki postur tubuh sangat besar, kemudian juga pertumbuhan bulu di badan yang terlihat berlebihan. Hal ini bisa dikarenakan kondisi perkembangan bayi di dalam janin saat pembelahan terjadi. Atau bisa pula disebabkan oleh kondisi lingkungan saat terjadi pembuahan.

  1. Tambahan kromosom X (menjadi XXY)

Karena sifat kromosom Y yang membentuk karakter dan bentuk fisik laki-laki jumlahnya kalah dengan kromosom X. Maka akibat yang ditimbulkan ialah adanya bentuk fisik yang tidak begitu kentara terhadap laki-laki, semisal bulu tubuh yang jarang, postur tubuh yang kecil, perkembangan testis yang kurang maksimal, dan lain sebagainya.

Sifatnya yang lebih mengaburkan sifat dari kromosom Y itu sendiri membuat laki-laki dengan kromosom X ganda memiliki kemungkinan infertil atau mandul. Kondisi ini membuat Kita perlu berpikir bahwa kemandulan bisa saja terjadi pada laki-laki karena adanya faktor genetik yang dibawa.

Kromosom Y yang dalam kondisi cacat sekarang ini sudah bisa dideteksi secara dini dengan perkembangan pengobatan yang canggih. Namun usaha untuk mencegah adanya kemungkinan kromosom Y cacat hanya bisa dilakukan jika masih dalam kondisi janin.

Selama dalam kandungan usahakan seorang ibu melakukan pemeriksaan perkembangan janin secara berkala. Kemudian untuk mencegah kemungkinan kromosom Y cacat sebaiknya pemeriksaan dilakukan di tempat besar dengan peralatan yang mendukung.

 

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *