Sjarif Boestaman, Pelukis di Masa Penjajahan

Biografi Sjarif Boestaman, Pelukis di Masa Penjajahan-Raden Saleh Sjarif Boestaman merupakan seorang pelukis pelukis pertama Indonesia dengan tema lukisan romantic. Sjarif Boestaman lahir di Semarang, Jawa pada tahun 1811. Sjarif Boestaman meninggal pada tanggal 23 April 1880.syarif

Sjarif Boestaman merupakan keturunan Arab-Jawa, sebuah keluarga bangsawan Hadrami dan ayahnya adalah Sayyid Husen bin Alwi bin Awal bin Yahya seorang Indonesia dengan darah keturunan Arab.

Sjarif Boestaman dianggap sebagai seniman modern pertama yang berasal dari Indonesia dan lukisan-lukisannya sesuai dengan romantism di abad 19 yang pada saat itu sangat terkenal di Eropa. Bahkan Sjarif Boestaman melebarkan sayap-sayap seninya dan memberikan banyak hal baru dalam karya-karyanya.

Sjarif Boestaman ketika masih kecil pertama kali diajarkan mengenai seni melukis oleh seorang seniman Belgia AJ Payen di Bogor. AJ Payen mengetahui kemampuan yang dimiliki Sjarif Boestaman ketika masih kecil dan mempengaruhi pemerintah colonial Belanda untuk mengirim Sjarif Boestaman ke Belanda agar dapat belajar seni. Kemudian Sjarif Boestaman pergi ke Belanda dan sampai di Eropa pada tahun 1829 dan memulai pelajaran seninya di bawah asuhan Cornelius Kruseman dan Andreas Schelfhout.

Dari C. Kruseman lah Sjarif Boestaman belajar keahliannya dalam melukis tokoh (Potrait). Kemudian Sjarif Boestaman diterima di berbagai istana Eropa dimana Sjarif Boestaman ditugaskan untuk membuat lukisan portrait.

Ketika berada di Eropa, di tahun 1836 Sjarif Boestaman menjadi orang Indonesia pertama diajukan menjadi Freemasonry. Sejak tahun 1839, Sjarif Boestaman menghabiskan waktu lima tahun di istana Ernest I, Duke of Saxe-Coburg dan Gotha yang menjadi seorang pelindung yang penting. Dari Schelfhout, Sjarif Boestaman memperluas kemampuannya sebagai seorang pelukis landskap/pemandangan.

Sjarif Boestaman mengunjungi beberapa kota di Eropa sekaligus Algiers. Di Hague, seorang pawang singa memperbolehkan Sjarif Boestaman untuk mempelajari singanya dan sejak dari itu, lukisannya yang paling terkenal pertengkaran hewan dibuat, yang sesudahnya membuatnya menjadi pelukis terkenal. Banyak lukisannya yang dipertunjukkan di Rijksmuseum di Amsterdam. Beberapa dari lukisannya dihancurkan ketika kediaman kolonial belanda dibakar di tahun 1931.

Sjarif Boestaman kembali ke Indonesia pada tahun 1852 setelah berada di Eropa selama 20 tahun. Sjarif Boestaman bekerja sebagai konservator untuk koleksi colonial belanda dan melukis tokoh bangsawan Jawa dan lukisan pemandangan lainnya. Sjarif Boestaman menikahi seorang gadis ningrat keturunan kesultanan Yogyakarta, Raden Ayu Danudirdja tahun 1867 mereka pindah ke Bogor.

Kemudian Sjarif Boestaman mengajak istrinya berkeliling Eropa mengunjungi Negara Belanda, Perancis, Jerman dan Itali kemudian istrinya sakit ketika mereka berada di Paris dan mereka langsung kembali ke bogor karena hal tersebut. Kemudian istrinya meninggal tanggal 31 Juli 1880.

Pada tanggal 23 April 1880, Sjarif Boestaman mengalami sakit dan akhirnya meninggal dunia. Salah satu lukisan Sjarif Boestaman yang berada di istana kerajaan Belanda dikembalikan ke Indonesia sebagai hadiah dan saat ini dipajang di Museum Istana Merdeka, Jakarta.

Baca juga : Biografi Tokoh Islam dan Penulis Buya Hamka

Loading...

One thought on “Sjarif Boestaman, Pelukis di Masa Penjajahan

  1. Pingback: Biografi Pelukis Lukisan Terkenal ‘Mona Lisa’ | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *