Starbucks Sukses Waralaba Kedai Kopi Global Asal AS

Starbucks Sukses Waralaba Kedai Kopi Global Asal AS – Siapa yang tidak kenal dengan Starbucks. Ya, merek kedai kopi Internasional asal AS ini sudah cukup terkenal bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.

1

Sejarah kedai kopi ini dimulai ketika Jerry Baldwin, Zev dan Gordon Bowker Siegl yang mendapat ide dari Alfred Peet membuka toko pertama mereka pada tahun 1971 di Seattle, Washington.  Pada awalnya mereka hanya menjual biji kopi mentah beserta peralatan untuk membuat kopinya. Mereka belum terpikir untuk juga membuat minuman yang akhirnya membuat mereka terkenal.

Baca Juga :

Setelah berjalan sekitar 10 tahun, Howard Schultz kemudian diangkat menjadi Direktur Operasional Ritel. Kemudian diputuskanlah bahwa mereka juga harus menjual minuman daripada hanya sekedar menjual biji kopi dan alat mesin pembuat kopi. Tetapi karena dia tidak bisa meyakinkan sang pemilik, akhirnya dia memilih untuk membuka jaringan kedai kopinya sendiri bernama Giornale di tahun 1986.

Tak disangka di tahun berikutnya, Baldwin dan rekan-rekannya menjual usaha toko ini kepada Schultz. Schultz pun kemudian segera merubah nama tokonya menjadi Starbucks dan dengan cepat berhasil mengembangkan usaha kedai kopinya ini.

Strategi Ekspansi Starbucks

Dimulai dari menguasai Seattle, Starbucks pun mengembangkan sayapnya ke seluruh Amerika Serikat bahkan hingga ke luar negeri. Gerai pertama kedai kopi Starbucks di luar Amerika terletak di Tokyo, Jepang dan sampai saat ini pun masih menguasai pangsa pasar di sana.

Sepanjang sejarah, Starbucks kini telah mengakuisisi banyak perusahaan seperti Peet’s dan Seattle’s Best Coffee juga banyak mengambil alih tempat Coffee People dan Coffee Shop Diedrich.

Starbucks kini telah berkembang menjadi perusahaan raksasa dengan lebih dari 17.000 toko yang ada di 55 negara. Lokasi toko terbanyak toko Starbucks tetap berada di Negara asalnya Amerika Serikat dengan 11.000 lokasi. Anda bisa menemukan banyak lokasi Starbucks di banyak Negara bukan hanya di Indonesia tetapi juga sampai di Negara-negara seperti Bahrain, Chili, Rumania, Bulgaria bahkan yang terakhir ke Budapest, Hungaria di bulan Juni 2010.

Pada awalnya logo perusahaan bergambar seorang putri duyung berekor dua dengan payudara telanjang yang terukir di atas sirene atau kayu, namun sekarang telah mengalami banyak perubahan menjadi lebih modern dan bergaya dengan rambut yang menutupi tubuhnya.

Nama Starbucks sendiri diambil dari nama pasangan pertama tokoh kapten Ahab dalam serial novel klasik yang berjudul “Moby Dick”. Selain memiliki usaha kedai kopi, Starbucks juga memiliki label sendiri bernama Hear Music dan air kemasan dengan merek Ethos.

Hambatan dan Rintangan Starbucks

Dibalik setiap kesuksesan yang di dapat oleh Starbucks pasti selalu muncul kontroversi yang menyertainya. Karena banyaknya usaha kecil lain yang diakuisisi oleh Starbucks, begitu juga karena tekanan yang dilakukan terhadap para pesaing agar melakukan sesuatu  sesuai dengan permintaan mereka, seolah memberikan citra yang negatif dan berdampak buruk bagi imej “Kedai Kopi yang Santai” Starbucks.

Starbucks juga banyak menghadapi tuntutan hukum terkait kebijakan mereka di dalam memberikan tip. Akan tetapi mereka juga memperkenalkan produk kopi yang dijual dengan prinsip keadilan. Mereka juga banyak membuat inovasi dalam hal menggunakan bahan baku dan cangkir kertas dari hasil daur ulang.

Miras Untuk Menaikkan Omset

Pada Maret 2014 yang lalu Starbucks telah mengumumkan bahwa mereka akan menjual bir dan anggur di ribuan gerainya dalam sebuah acara bernama “Starbucks Evening” tetapi minuman beralkohol hanya akan disajikan setelah jam 4 sore.

Bisnis waralaba ini memang sedang berusaha menarik lebih banyak pelanggan di malam hari untuk menaikkan omset penjualannya. Dan menjual minuman beralkohol bisa menjadi alternatif untuk menaikkan angka penjualan. Starbucks akan mengganti cocktail dengan emnawarkan anggur dan bir kepada para pelanggannya.

Menurut Jubir Starbucks, Lisa Passe, “Konsep ini adalah kemajuan alami bagi kami karena Starbucks ingin terus menciptakan kesempatan yang baru bagi konsumen untuk dapat berkumpul, saling berinteraksi, dan bersantai pada malam hari”.

Starbucks sendiri memang sudah menjual bir di Seattle mulai tahun 2010 kemudian merambah ke 26 lokasi gerainya. Dengan kebijakan baru ini, tentunya akan membuat bir dan anggur akan tersedia di lebih banyak gerai lagi di seluruh dunia. Dan tentunya akan mendongkrak omset penjualan.

Howard Schultz, CEO Starbucks, mengatakan bahwa biasanya konsumen menghabiskan $5 saat di kafe  dan dengan adanya minuman beralkohol yang dijual akan menambah jumlah pengeluaran mereka, para pelanggan yang menyukai minuman keras.

“Kami berada di masa-masa awal pertumbuhan dan perkembangan, jika diibaratkan dengan buku maka kami ini baru berada di bab keempat atau kelima dari 20 bab yang ada,” ungkap Howard.

Pihak Starbucks sendiri megatakan bahwa anggur dan bir hanya akan disajikan oleh barista yang berusia di atas 21 tahun.  Mereka juga telah menyiapkan pring kecil baru untuk menemani menu baru ini. Untuk program ini sudah di uji cobakan di beberapa lokasi gerai Starbucks di antaranya kota Chicago, Los Angeles, Atlanta, Portland, Oregon, Seattle, dan Washington D.C.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

2 thoughts on “Starbucks Sukses Waralaba Kedai Kopi Global Asal AS

  1. Pingback: Strategi Sederhana Dalam Branding UMKM | Joko Warino Blog

  2. Pingback: Tips Memajukan Bisnis Waralaba yang Tak Banyak Orang Tahu | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *