Struktur dan Fungsi Sitosin

Apa yang Anda ketahui dari Sitosin? Sitosin merupakan salah satu dari banyak basa yang menguraikan gen yang berada di dalam DNA. Hal ini memang begitu serbaguna serta sering disebut dengan wild card dari asam nukleat.

fia 47

Pengertian

Sitosin sendiri ialah bagian yang paling penting dari adanya RNA serta DNA. Dimana ialah salah satu molekul di nitrogen serta membawa pengkodean informasi dari genetik. Sitosin ini bahkan bisa dimodifikasi menjadi basa yang sangat berbeda demi membawa informasi epigenetik. Perlu Anda ketahui bila sitosin ini mempunyai peran lain yang berada di dalam sel. Ia pun juga sebagai pembawa energi serta CTP.

Struktur

Sebagai salah satu basa nitroen, sitosin ini sangat penuh dengan atom nitrogen. Mereka juga mempunyai sebuah cincin karbon yang bisa membuatnya menjadi pirimidin. Purin yang di sisi lain mempunyai dua cincin karbon. Sebenarnya ada 2 pirimidin yakni timin dan sitosin serta 2 purin yakni guanin dan adenin yang berada di dalam DNA. RNA sendiri juga mempunyai 2 pirimidin yakni urasil dan sitosin serta 2 purin yakni guanin dan adenin.

Di dalam DNA ini timin dan adenin hadir di dalam persentase yang relatif sama serta selalu berpasangan antara satu dengan yang lain. Namun, yang meninggalkan sitosin pasangan dengan guanine bercincin ganda. Sebenarnya sitosin ini pun juga berpasangan dengan guanin yang berada di RNA.

Fungsi di dalam asam nukleat

Sitosin bisa menjadi sebuah bagian dari adanya nukleotida, molekul yang telah mencangkup basa dari nitrogen ini bersama dengan zat gula serta satu maupun lebih fosfat. Nukleotida bergabung bersama dengan mereka. Mereka ini bisa membentuk suatu nukleat RNA dan DNA.

Saat sitosin di satu helai nukleat lain akan berisi dengan guanin untuk lebih mencocokkan. Keduanya ialah teman dikarenakan mereka ini cocok untuk bersama serta sempurna dengan ikatan hidrogen ditampik dengan garis yang berbentuk putus.

Sitosin bisa dengan lebih mudah di konversi ke basa yang lainnya sehingga telah di sebut sebagai wild card. Kadang sengaja kehilangan berbagai atom serta menjadi urasil. Salah satunya ialah RNA.

Sitosin ini juga bisa ditermetilasi serta merupakan sebuah perubahan yang bisa menyebabkan berbagai gen yang bisa dilenyapkan. Inilah contoh yang bisa termetilasi yang berubah yang bisa menyebabkan gen tersebut di lenyapkan. Inilah contoh dari Epigenetika, epigenetika ini ialah informasi yang bukan berasal dari urutan adanya DNA yang utama.

Sitosin ini juga bisa di termitilasi serta merupakan perubahan yang bisa menyebabkan gen dapat di lenyapkan. Inilah contoh dari adanya epigenetika. Informasi yang berasal bukan dari bagian urutan dari DNA yang utama namun terbawa oleh DNA pula. Hal ini seperti kertas yang berada di dalam sebuah catatan di sebuah buku.

Fungsi yang Lain Pada Sel

Saat ini bukan bagian dari adanya DNA. Sitosin ini mengapung yang berada di sekitar sebagai salah satu nukleotida di tiga fosfat. Di dalam bentuk ini kita sendiri menyebutnya dengan sebutan cytidine trifosfat atau yang sering disebut dengan CTP.

CTP bisa membawa energi seperti adenin yang memiliki kandungan sepupu ATP. Hal ini juga salah satu faktor atau yang sering disebut dengan pembantu yang di perkenankan untuk enzim yang akan menambahkan kandungan gula yang berada di protein atau pun enzim yang membuat kandungan gliserofosfolipid, atau komponen membran sel.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *