Struktur Double Helix Pada DNA

DNA atau bisa disebut juga dengan asam deoksiribosa nukleat adalah salah satu bagian penting dalam tubuh kita yang harus kita ketahui. Struktur DNA merupakan hal yang akan kita pelajari saat ini. Seperti yang sudah diketahui bahwa struktur ini adalah struktur yang penting dalam tubuh kita.

fia 51

Double helix merupakan struktur yang menyusun DNA ini. Pada dasarnya DNA ini harus sesuai dengan untaian yang dibuat dalam proses transkripsi dan juga translasi yang akan menghasilkan DNA dengan baik.

Bentuk double helix

Ada beberapa orang yang bertanya bagaimana sebenarnya struktur yang ada pada DNA ini. Bentuk utama dari DNA ini sebenarnya bisa dibilang cukup komplex dan juga bisa dibilang sederhana. Bentuknya menyerupai dua buah pita yang dipilin lalu bergelombang. Warna yang biasa digunakan untuk penggambaran struktur ini biasanya adalah warna merah dan juga biru.

Struktur ini terbentuk dari polinukleutida yang pada akhirnya dihubungkan dengan phospodiester. Inilah yang biasa kita sebut dengan DNA double helix. Disebut demikian karena terbentuk dari dua buah pita yang berbeda ukurannya.

Penemuan struktur DNA ini sebenarnya ditemukan oleh ilmuwan yang bernama Franis Crick dan James D. Watson. Kedua ahli molekul ini menemukan struktur ini pada tahun 1953. Selain itu mereka juga memberikan beberapa teori yang berhubungan dengan penemuan mereka ini. Teori ini akan menjelaskan bagaimana sebenarnya DNA ini terbentuk dan juga bagaimana bentuk DNA yang sesungguhnya.

Teori DNA Watson dan Crick

Ada beberapa teori yang menjelaskan mengenai struktur DNA yang double helix ini. Berikut ini adalah beberapa teorinya antara lain:

  1. Sifat anti paralel yang dimiliki kedua molekul ini, hal ini bisa dilihat dari ujung-ujungnya.
  2. Ikatan kovalen yang terjadi akibat salah satu ujung tidak memiliki ikatan lagi.
  3. Pasangan Adenin-Timin dihubungkan pada 3 hidrogen.
  4. Molekul DNA memiliki dua untaian polinukleotida yang berbeda.
  5. Basa nitrogennya memiliki hubungan dengan basa nitrogen yang lainnya.
  6. Rantai utamanya terdiri dari gugus gula pentosa dan juga gugus fosfat.

Beberapa penemuan ini juga pastinya menimbulkan beberapa pengetahuan baru, seperti kita menjadi tahu bahwa dalam stuktur ini ada beberapa basa nitrogen yang menyusu DNA. Berikut ini beberapa basa nitrogen yang menyusun DNA antara lain:

  • Adenin (A)
  • Timin (T)
  • Guanin (G)
  • Sitosin (C)

Keempat basa nitrogen itu juga saling berpasangan yang membuatnya bisa menghasilkan untaian yang baik pada DNA seseorang. Pasangan ini juga cukup mudah untuk dihafalkan seperti Adenin (A) selalu berpasangan dengan Timin (T). Sementara itu Guanin (G) selalu berpasangan dengan Sitosin (C). Pasangan ini akan nantinya tersebar ke beberapa rangkaian yang bisa digunakan untuk menerjemahkan rangkaian DNA nantinya.

Stuktur helix ini sebenarnya banyak sekali ditemukan di alam yang bisa kita kenali seperti contohnya pada tanaman yang merambat. Selain itu stuktur ini juga dipercaya memutar pada medan magnet nebula. Stuktur ini juga dipercaya bisa memutari stuktur magnet yang besar yang ada pada galaksi kita. Dengan mempelajari stuktur ini pastinya kita akan semakin mengetahui bagian yang ada pada dalam tubuh kita.

Nantinya DNA akan mengalami beberapa proses lain yaitu transkripsi dan juga translasi untuk membentuk stuktur yang baru. Pada tahapan inilah nantinya aka ada beberapa enzim yang berperan dalam menerjemahkan basa nitrogen yang sudah dijelaskan.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *