Teh Telur Yang Nikmat Dan Tidak Bau Amis

Minuman hangat bernama susu manis teh telur sangat mudah dijumpai di kabupaten Siak, Sumatera Barat dan merupakan menu wajib tersedia di warung – warung tradisional hingga resto mewah khas Padang terdiri dari bahan – bahan yang sangat sederhana yaitu bahan pemanis, telur ayam kampung, buah jeruk nipis / lemon, dan taburan bubuk kayumanis.

n 66

Teh ini kerap diminum oleh para petani di sawah ketika akan memulai pekerjaan berat sebagai penambah stamina kerja. Agar mendapat citarasa minuman yang tidak terlalu panas, maka ditambahkan perasan jeruk nipis atau buah lemon.

Jika didiamkan sejenak setelah diseduh dengan air teh panas yang mendidih, teh talua akan menampilkan lapisan – lapisan unik yang cantik pada permukaan gelas mirip dengan koktail mahal pada resto – resto mewah di kota – kota besar yang ada di Sumatera Barat.

Paling cocok menikmati minuman ini kalau udara lagi dingin, jika anda malas membelinya di luar maka bisa membuat sendiri di rumah, caranya sangat mudah, simak di bawah ini :

Bahan – bahan yang harus disediakan adalah :

  • 1 butirkuning telur ayam kampung.
  • 2 kantongteh celup.
  • 3 – 5 sdmsusu kental manis putih.
  • 1 buahjeruk nipis.
  • Sesuai selerabubuk pinang / kayumanis.

Langkah – langkah yang anda lakukan selanjutnya adalah :

  • Tuang susu kental manis ke dasar gelas saji dalam jumlah secukupnya saja.
  • Mixer kuning telur ayam kampung hingga mengembang di gelas /wadah bersih yang berbeda.
  • Didihkan air. Masukan teh celup hingga warna teh pekat dan kental, lalu tuang ke gelas yang sudah diisi susu kental manis tadi secara perlahan – lahan.
  • Tambahkan kuning telur yang sudah dimixer di atas larutan teh. Lalu taburi bubuk pinang / bubuk kayumanis sediki saja.
  • Aduk rata dan minum selagi panas.
  • Tambahkan perasan jeruk nipis di atas teh telur dan aduk rata sekali lagi.
  • Cocok untuk temen di musim dingin, musim hujan atau saat badan anda sedang sakit influenza dan letih lesu atau pegal – pegal setelah lelah seharian bekerja di luar rumah.

Sekilas pandang tampilan teh talua jika disajikan dalam gelas bening adalah seperti memiliki estetika yang sangat cantik dan elegan dengan tiga tingkat bagian warna utama yaitu tingkatan paling bawah berwarna putih yang merupakan tumpukan susu kental.

Tingkatan tengah berwarna kecokelatan yang merupakan campuran larutan teh pekat, tingkatan paling atas merupakan gumpalan busa hasil kocokan telur ayam kampung. Minuman ini mirip dengan cappucino ataupun teh tarik khas kota Padang.

Cara penyajian minuman ini di warung – warung tradisional adalah memakai gelas kecil yang berisikan teh talua panas di alas dengan piring kecil yang disampingnya diberi potongan jeruk nipis yang berfungsi sebagai penambah segar dari rasa teh talua asli yang menyerupai jamu berasa manis dan sedikit amis.

Terdapat sendok aluminium kecil diletakkan di sebelah jeruk nipis sebagai teman untuk mengaduk minuman tersebut. Ketika akan meminumnya, maka aduklah yang tepat dan cepat serta penuh tekanan, lalu segera teguk, jangan biarkan dingin, maka rasakan sensasi kenikmatan dari segelas minuman tradisional kesehatan orang Sumatera ini.

Kenikmatan Teh Talua Bagi Lelaki Minangkabau.

Sama halnya dengan secangkir kopi panas pahit bagi kebanyakan orang di pulau Bali, yaitu teman yang asyik dalam nongkrong di warung untuk diskusi atau mengobrol dengan teman – teman, begitu juga arti dari segelas teh talua bagi kebanyakan lelaki Minangkabau di Sumatera.

Mereka merasa tak lengkap menikmati obrolan santai setiap pagi atau malam hari tanpa didampingi oleh teh talua hangat dihadapan mereka.

Saat pagi hari, menikmati sarapan di lapau atau warung makan bersama sepiring lontong sayur pedas sembari mengobrol bersama teman – teman sesama petani, sopir, karyawan kantor hingga ibu – ibu rumah tangga rasanya tak lengkap jika tidak memesan segelas teh talua yang gurih dan manis.

Begitu juga saat malam hari tiba, beberapa lapau atau rumah makan di Sumatera Barat masih buka dan selalu ramai dikunjungi oleh kaum lelaki usai seharian sibuk bekerja mencari rezeki di luar rumah, dimana pada waktu malam hari, teh talua diyakini bermanfaat sebagai penambah stamina tubuh dan membuat mata anda lelap tidur.

Dalam sejarah panjangnya, teh talua awal tercipta dikenal sebagai minuman bergengsi yang hanya boleh dinikmati oleh kaum bangsawan suku Minangkabau. Budaya unik ini hingga saat ini pun masih banyak dipertahankan oleh beberapa pengusaha Minang maupun pejabat Minang, mereka suka memilih minuman tersebut dalam pertemuan santai mereka bersama rekan kerja di rumah makan atau restoran Minang.

Penikmat teh talua tidak hanya berasal dari kaum tua lelaki Minang saja tetapi juga dari kaum mudanya dan para wanita terutama ibu – ibu rumah tangga.

Hal itu diakui oleh Ultra ( 23 ), seorang mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri di Padang yang menjelaskan bahwa mengobrol sambil menghabiskan waktu luang bersama dengan teman -teman sekampus rasanya tak lengkap jika tidak ditemani oleh segelas teh talua panas.

Lain lagi pendapat Filtra ( 21 ), mahasiswa salah satu universitas swasta di kota Padang ini mengaku suka menikmati teh talua saat banyak mendapat tugas kuliah yang memaksanya untuk begadang,

Jika anda penasaran dengan sensasi minuman yang menyerupai cappucino ataupun teh tarik ala orang Padang ini, maka cobalah jalan – jalan ke Ranah Minang.

Baca Artikel Lainnya :

Atau jika tak ingin bersusah payah maka anda dapat membuat sendiri di rumah atau mencari rumah makan Padang yang khusus menyediakan menu minuman tradisional Sumatera Barat yang sangat populer ke mancanegara.

Minuman ini dapat dinikmati untuk seluruh kalangan, laki – laki atau perempuan, muda atau kakek nenek, tetapi dilarang diberikan bagi orang yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi.

 

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *