Teknik Budidaya Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans)

Teknik Budidaya Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans) – Joko Warino – Tanaman kangkung biasanya digunakan masyarakay sebagai bahan sayur – mayur. Kangkung mengandung gizi yang cukup tinggi seperti vitamin A, B, dan C serta zat besi. Klasifikasi tanaman kangkung adalah kingdom : plantae, divisio : spermatophyta, kelas : dicotyledonae, famili : convolvulaceae, genus : ipomoea, species : Ipomoea reptans.

kg

Syarat tumbuh tanaman kangkung yaitu yang memiliki curah hujan sekitar 500 – 5000 mm/tahun. Tanaman kangkung bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran tinggi sampai ± 2000 meter dpl. Tanaman kangkung harus mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Teknis budidaya pada tanaman kangkung adalah

1). Pembibitan

Bibit tanaman kangkung harus berasal dari kangkung muda yang memiliki batang besar, tua, bisa di stek batang serta memiliki daun yang besar. Sedangkan jika pembibitan dengan benih diambil dari tanaman kangkung yang sudah tua dan memilki kualitas yang baik.

2). Persiapan lahan

Persipan lahannya dilakukan dengan membersihkan lahan sebelum penanaman. Kemudian mengolah tanah dengan cara di bajak atau di cangkul dan membuat bedengan dengan lebar 0,8 cm – 1,2 m, panjang 3 m – 5 m, serta kedalamannya 15 cm – 20 cm dengan jarak antar bedengan yaitu 0,5 m.

3). Penanaman

Penanaman tanaman kangkung dengan menggunakan benih dilakukan dengan cara menyebar benih secara merata di bedengan yang telah dipersiapkan dengan jarak tanam 15 cm x 5 cm. Sedangkan penanaman dengan menggunakan stek batang ditanam pada jarak tanam 20 cm x 20 cm dengan kedalaman lubang tanamnya yaitu 5 cm.

4). Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman kangkung yang dilakukan adalah penyulaman, penjarangan, penyiraman, penyiangan, pembubunan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

  • Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti tanaman kangkung yang tidak tumbuh atau mati.
  • Pembubunan dilakukan pada 2 MST. Sedangkan penyiangan dilakukan untuk membuang gulma.
  • Penyiraman dilakukan secara teratur yaitu setiap pagi dan sore hari.
  • Pemupukan dilakukan dengan cara menebar pupuk. Pupuk yang digunakan adalah urea sebanyak 187 kg/ha/musim tanam + KCl sebanyak 112 kg/ha/musim tanam.
  • Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara mencabut gulma dan melakukan penyemprotan dengan pestisida nabati. Hama yang sering menyerang tanaman kangkung yaitu belalang dan ulat. Sedangkan penyakit yang biasa menyerang yaitu karat putih.

5). Panen dan pasca panen

Panen pada tanaman kangkung dilakukan apabila daunnya sudah lebar, dan batangnya besar. Pemanenan pertama dilakukan pada saat tanaman kangkung berumur 12 hari dengan cara dipotong atau dipangkas batangnya atau bisa juga dengan mencabutnya. Setelah dipanen tanaman kangkung dikumpulkan dan diikat kemudian tanaman kangkung siap untuk dikonsumsi dan dipasarkan.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *