Teknik Budidaya Ubi di Lahan Miring

Teknik Budidaya Ubi di Lahan Miring – Mungkin Anda sering melihat ubi di berbagai tempat. Namun Pernahkah Anda melihat penanaman ubi di lahan yang miring? Mungkin dulunya lahan miring jarang dimanfaatkan untuk penanaman. Namun saat ini lahan miring sering di gunakan sebagai media tanam. Termasuk juga umbi. Lantas bagaimana teknik budidayanya? Bagaimana cara agar hasil yang di dapatkan relatif stabil?

1

Keadaan topografi

Kemiringan tanah memang bervariasi, ada yang cenderung datar, murung hingga bergelombang. Hal ini menyebabkan perbedaan biaya pembukaan lahan untuk media tanam. Kemiringan yang lebih dari 30% sebenarnya kurang cocok jika dijadikan untuk budi daya ubi.

Membuka lahan yang miring pun juga memerlukan tenaga ekstra dan biaya yang relatif tinggi. Saat melakukan penanaman di lahan miring, Anda perlu membuat teras atau tanggul untuk mencegah adanya erosi serta menghanyutkan berbagai zat hara yang akan berdampak pada kerusakan tanaman. Pembukaan lahan yang miring juga membutuhkan waktu sangat lama.

Derajat kemiringan

Bila Anda ingin menanam ubi di tanah yang miring, selalu perhatikan kemiringannya, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Bila derajat kemiringan 5 hingga 12 persen, Anda perlu membuat tanggul yang digunakan untuk menanam pohon,
  • Bila derajat kemiringan 12 hingga 15 persen, Anda perlu membuat teras dengan dasar yang lebih besar atau yang sering di sebut dengan teras individu,
  • Bila derajat kemiringan 15 hingga 20 persen, Anda bisa membuat teras dengan dasar yang lebih sempit. Teras bangku bisa lebih miring ke bagian luar,
  • Bila derajat kemiringan 20 hingga 30 persen, Anda harus membuat teras membentuk seperti jangka.

Cara menanam

Penanaman bisa dilakukan dengan meruncingkan ujung stek. Cara ini dilakukan untuk menghindari genangan air yang berada di batang. Jika banyak air yang tergenang di batang, batang tersebut bisa mudah membusuk. Jangan lupa untuk selalu memberikan pupuk seperti pupuk kandang. Pupuk yang biasanya digunakan untuk dasar ialah pupuk kandang. Beri pupuk pada sekeliling tanaman. Buat parit kecil di sekeliling tanah.

Penyiangan dan pemangkasan

Cara penyiangan ini dengan membuang gulma-gulma yang berada di sekitar tanaman ubi. Lakukan kurang lebih 2 kali penyiangan. Anda bisa menggunakan peralatan seperti cangkul untuk melakukan penyiangan tersebut. Namun dalam melakukannya Anda harus sangat berhati-hati, jangan sampai melukai ubi. Untuk pemangkasan, Anda bisa membuang tunas. Agar pertumbuhan terpusat di umbi.

Pengamatan

Pengamatan yang dilakukan dengan melihat hama atau penyakit yang gemar menyerang ubi. Salah satu penyakitnya seperti ganyong. Selain hama, Anda juga harus melakukan pengamatan seperti jumlah daun serta melihat apakah ubi tumbuh dengan baik. Jangan lupa untuk selalu memberikan pupuk. Penyiraman jangan dilakukan terlalu sering, karena pada dasarnya ubi bukan tanaman yang membutuhkan air yang melimpah.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *