Teknik Dan Panduan Sederhana Budidaya Lada

Teknik Dan Panduan Sederhana Budidaya Lada – Lada atau merica merupakan salah satu tanaman rempah-rempah yang tumbuh subur di wilayah Indonesia. Lada ini terkenal di seluruh penjuru dunia karena memang sangat dibutuhkan utamanya sebagai bumbu masakan. Hampir semua jenis masakan selalu menggunakan lada sebagai penyedap rasa alami.

Untitled

Lada sendiri terbagi menjadi berbagai macam jenis mulai dari lada hitam, lada putih, dan lada hijau. Pohon lada sendiri bisa tumbuh dengan ketinggian mencapai lebih dari 2 meter. Saat ini komoditas tanaman lada terbilang cukup bagus. Banyak orang yang mulai tertarik melakukan budidaya tanaman yang satu ini karena hasil yang didapat terbilang banyak.

Untuk memulai budidaya tanaman lada atau merica, terlebih dahulu harus mengenali karakteristik tanaman yang satu ini dengan baik, agar dapat melakukan penanaman dan perawatan yang sesuai, sehingga hasil yang didapat sesuai dengan yang diharapkan. Berikut beberapa cara atau teknik budidaya tanaman lada yang bisa dicoba.

  1. Syarat Tumbuh

Tanaman lada ini merupakan salah satu jenis tanaman yang bisa tumbuh subur di wilayah yang memiliki curah hujan 2.000 sampai dengan 3.000 mm per tahunnya. Selain itu suhu udara yang bagus untuk budidaya lada adalah 20 sampai dengan 34 derajat celcius. Tanaman lada juga membutuhkan sinar matahari yang cukup, jadi tanaman ini bisa tumbuh dengan baik jika terkena sinar matahari setidaknya 10 jam per hari.

Lada juga dapat hidup di wilayah yang memiliki ketinggian 300 sampai dengan 1.100 meter di atas permukaan air laut dengan tanah yang memiliki derajat keasaman 5,5 sampai 7. Jenis tanah yang baik untuk budidaya lada adalah tanah yang berwarna merah sampai dengan kekuning-kuningan.

  1. Media Tanam

Media tanam yang dijadikan tempat budidaya tanaman lada sebaiknya adalah tanah yang sebur, gembur, dan mengandung banyak unsur hara. Tanah yang digunakan untuk budidaya sebaiknya tidak terlalu kering, dan juga tidak tergenang air. Kandungan humus dalam tanah sebaiknya sebanyak 1 meter sampai 2,5 meter dengan sudut kemiringan tak lebih dari 300 meter. Sebelum tanah digunakan untuk budidaya sebaiknya dilakukan pengolahan dengan cara penyiangan dan penggemburan tanah.

  1. Pemilihan Bibit

Pemilihan bibit merica sebaiknya diambil dari indukan yang sehat. Hal tersebut akan berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil yang didapat. Bibit sebaiknya diambil dari indukan yang sudah berumur setidaknya 10 bulan sampai dengan 3 tahun.

  1. Penanaman

Penanaman bisa dilakukan setelah tanah diolah. Pengolahan tanah meliputi penggemburan dengan cara menjangkulnya sedalam 20 sampai dengan 35 cm. Setelah dicangkul taburkan kapur untuk mendapatkan tingkat keasaman yang sesuai kemudian diamkan selama 3 sampai dengan 4 minggu. Dosis kapur yang diberikan disesuaikan dengan kondisi tingkat keasaman tanah.

Penanaman lada bisa dilakukan dengan jarak tanam 2 x 2 meter . Penanaman bisa dilakukan dengan kedalaman sampai dengan 50 cm. Penanaman sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan atau saat musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Selain itu juga diperlukan pemupukan dengan cara menaburkan pupuk setelah tanaman ditanam.

  1. Perawatan

Setelah lada selesai ditanam, sebaiknya dilakukan dengan perawatan seperti pengitakatan sulur rambat, penyiangan, penyiraman rutin, pemupukan rutin, perempelan, pemberian mulsa, sampai dengan pembuatan ajir. Selain itu perhatikan agar tanaman tak terserang hama atau penyakit. Panen tanaman lada biasanya dapat dilakuakan setelah lada berusia 3 tahun.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *