Teknik dan Panduan Singkat Budidaya Cacing Tanah

Teknik dan Panduan Singkat Budidaya Cacing Tanah – Cacing tanah adalah bahan pakan alternatif untuk budidaya ikan serta unggas. Dimana cacing tanah memiliki kandungan nilai gizi yang tergolong sangat tinggi.

Untitled

Beberapa diantaranya seperti mineral, air, lemak 7-10%, protein 64-76%, energi 900-41 kal hingga asam amino yang paling lengkap. Cacing tanah yang digunakan sebagai pakan ternak ikan maupun unggas dapat diberikan dalam bentuk segar atau berbentuk tepung sesuai dengan keinginan atau metode pemberian pakan yang digunakan.

Agar kebutuhan dan persediaan cacing tanah dapat terpenuhi, maka sebagai seorang peternak anda dapat membudidayakan nya secara mandiri. Caranya yaitu dengan terlebih dahulu membuat tempat atau kotak pemeliharaan menggunakan ukuran sesuai kapasitas dari keinginan. Kotak pemeliharaan tersebut dapat dibuat menggunakan bahan plastik, kayu maupun kaca. Selanjutnya anda juga perlu menyiapkan media hidup untuk cacing tanah yang akan dibudidayakan.

Media budidaya cacing tanah

Bahan-bahan yang digunakan untuk membudidayakan cacing tanah terbuat dari campuran kompos dengan beberapa limbah atau bahan organik seperti limbah pasar atau limbah pertanian. Jika media yang digunakan mencapai 2 kg, cacing tanah yang seharusnya dimasukkan juga sama (2 kg). Lapisilah permukaan media menggunakan karung, plastik atau bahan lainnya yang tidak tembus cahaya untuk menghindari kekeringan.

Agar dapat hidup dan terus berkembang dengan baik, maka setiap harinya cacing tanah perlu mendapatkan suplai makanan. Makanan tersebut berasal dari kotoran unggas/kambing/sapi. Banyaknya pakan yang diberikan juga disesuaikan dengan cacing yang dimasukkan ke dalam media budidaya. Namun pakan harus terlebih dahulu dijadikan bubur atau bubuk sebelum dimasukkan ke dalam kotak budidaya.

Hama cacing tanah

Selama proses budidaya, terdapat beberapa jenis hama atau musuh cacing tanah yang perlu selalu anda waspadai. Beberapa diantaranya adalah kumbang, semut, burung, lipan, kelabang, lalat, katak, tikus, ayam, tupai, itik, ular, lintah, angsa dan kutu.

Sehingga setiap lubang harus selalu tertutup dan bahan yang dapat digunakan sebagai penutup harus terbuat dari bahan kawat kasa. Sementara itu untuk mencegah serangan hama semut, maka anda dapat menempatkan air secukupnya (rambang) di sekitar kotak budidaya.

Waktu dan cara panen cacing tanah

Jika cacing tanah yang anda budidaya kan sudah berusia 2,5 hingga 3 bulan, maka cacing-cacing itu sudah dapat mulai anda panen. Hal ini ditandai dengan banyaknya cacing atau kotoran cacing serta kokon atau kumpulan telur cacing. Ketika memanen sebagian besar cacing dewasa harus anda pisah atau sisakan guna dijadikan sebagai bibit.

Sedangkan cara untuk memanen cacing tanah dapat anda lakukan dengan menggunakan alat penerangan seperti lampu neon, petromaks atau bohlam. Sinar atau cahaya yang dihasilkan dari lampu tersebut akan mengundang cacing berkumpul pada bagian atas media. Sehingga anda dapat mengambil cacing-cacing tersebut dan memisahkan dari medianya.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *