Teknik Dasar Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Sukun

Teknik Dasar Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Sukun – Diperkirakan beberapa hama yang mengganggu tanaman cempedak atau nangka juga mengganggu tanaman sukun. Seperti misalnya tupai (sciurus notatus) dan juga kera (Macacus synomologus) juga diketahui seringkali memakan buah sukun yang sudah tua dan menjelang matang. Selain itu, berikut ini merupakan sejumlah hama dan penyakit yang seringkali menyerang tanaman sukun.

1

Bekicot (Achatina fulica)

Bekicot merupakan hewan yang memakan tumbuh-tumbuhan, terutama hewan yang sangat lunak. Keluarga dari mullusca ini melakukan perkembangbiakan dengan cara bertelur. Baik itu bekicot kecil maupun besar sama-sama seringkali mengganggu proses persemaian tanaman sukun.

Hama satu ini mudah sebenarnya mudah diketahui, hal ini dikarenakan di samping mobilitasnya yang lambat bekas dari jejak yang dilalui juga menyisakan lendir. Bekicot ini biasanya akan menyerang tanaman di saat sore maupun malam hari serta aktif dalam suasana yang tidak lembab dan panas.

Gejala dari serangan bekicot ini ditandai dengan terputusnya bagian tunas muda pada stek yang ada di akar tanaman sukun, baik itu persemaian ataupun polybag. Bagian tanaman yang tidak termakan oleh bekicot biasanya akan tercecer disekitar tempat tersebut.

Hama yang satu ini memang memiliki kerugian yang relative kecil, terlebih jika persemaian sukun ditangani secara cepat. Tindakan untuk mencegahnya yang dinilai paling efisien yaitu dengan mencari serta membunuh hewan tersebut dan juga memusnahkan kelompok telurnya. Bukan hanya itu, dapat juga dilakukan dengan rutin menjaga kebersihan yang ada di sekitar tanaman.

Penggerek batang (stem borer)

Terkadang batang maupun cabang tanaman sukun seringkali diserang oleh binatang yang diketahui sebagai hama penggerek batang. Diduga penyebab utamanya adalah Xyleberus spesies dengan larva berupa kumbang berukuran kecil.

Bubuk dari penggerek batang membuat sebuah lubang gerakan di batang dan cabang tanaman sukun dan meninggalkan bekas luka dengan warna merah kecoklatan.

Serangan di bagian batang pokok tanaman sukun umumnya belum banyak menyebabkan kematian. Sehingga pengendalian penggerek batang harus segera dilakukan dengan memanfaatkan insektisida sistemik. Pada bagian tanaman yang diserang dilubangi serta diberi insektisida menurut takaran dosis yang direkomendasikan, selanjutnya ditutup kembali menggunakan tanah atau disumbat.

Cara yang satu ini sebaiknya dilakukan ketika tanaman sukun tidak sedang berbunga maupun berbuah. Selain itu, dapat juga dilakukan pemangkasan cabang yang diserang guna menstimulasi percabangan yang baru. Pemangkasan yang terbaik dilakukan menjelang musim penghujan.

Belalang (Valanga sp)

Kehidupan belalang akan dimulai dari telur yang kemudian menetas dan menjadi larva pada musim penghujan. Larva-larva tersebut lalu akan mencari makanan berupa rerumputan segar yang tumbuh dalam waktu dekat.

Setelah mereka menjadi belalang dewasa mulai mampu bergerak lebih jauh dan akhirnya menyerang berbagai macam tanaman. Belalang pada dasarnya sangat senang untuk makan daun-daun muda, dengan demikian dan tersebut akan berlubang-lubang seperti bekas gigitan.

Hama belalang hingga saat ini kelihatannya belum menimbulkan kerugian yang cukup berarti. Untuk dapat memberantas hama yang satu ini adalah dengan menangkap serta memanfaatkannya sebagai makanan dari hewan peliharaan seperti halnya burung.

Selain menggunakan pengendalian memakai tenaga manusia, belalang sendiri juga mengalami cukup banyak gangguan dari musuh-musuh alami yang ada di sekitarnya semacam burung serta penyakit yang berupa cendawan.

Masih ada beberapa jenis hama lain yang juga biasanya dapat menyerang tanaman sukun antara lain seperti keluang, penggerek buah, gugur buah dan juga buah busuk.

 

Baca Artikel Lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *