Teknik Pemeliharaan dan Pengendalian Hama Penyakit Pada Bayam  

Bayam merupakan salah satu sayuran yang diambil daunnya untuk dikonsumsi dan memiliki nama ilmiah Amaranthus spp. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik dan terkenal sebagai salah satu tumbuhan dengan sumber zat besi yang tinggi dan penting untuk tubuh terutama untuk ibu hamil. Dalam penanaman dan budidayanya, jika tidak dirawat dengan baik, maka tanaman ini akan rentan terhadap hama dan penyakit.

1

Hama yang biasanya menyerang tanaman bayam adalah ulat daun. Spodoptera plusia hymnea dapat menyebabkan tanaman bayam memiliki lubang pada daunnya. Cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan pestisida atau dengan menggoyangkan tanamannya. Ketika melakukan penyemprotan, sebaiknya menggunakan celana dan baju panjang dengan sepatu booth dan jangan lupa menggunakan masker untuk menghindari keracunan akibat pestisida yang digunakan.

Hama lainnya yang biasa menyerang bayam dan cara pengendaliannya yaitu:

  • Serangga kutu daun atau Myzuz persicae Thrips sp. Hama ini dapat merusak daun, membuatnya berlubang dan membuatnya layu. Cara pengendaliannya dengan menyemprotkan pestisida atau dengan menggoyangkan tanaman di pagi hari agar kutu hitang.
  • Tungai atau Polyphagotarsonemus latus yang dapat membuat daun rusak, layu dan berlubang. Cara pengendalian dengan pestisida atau dengan menggoyangkan tanaman.

Penyakit yang biasanya menyerang daun adalah penyakit noda daun atau leaf spot. Bayam yang terkena penyakit ini akan memiliki noda coklat pada daun dan akan menghancurkan daun. Penyakit ini disebabkan oleh kurangnya unsur Mn. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan menyemprotkan Dithane M-45 dengan dosis 1.5-2 g/l pada tanaman yang belum terserang, menggunakan multitonik. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memberikan kapur ketika mengolah tanah yang akan digunakan untuk menanam bayam agar tanah tidak kekurangan unsur Mn.

Penyakit bayam lainnya dan juga cara pengendaliannya yaitu:

  • Downy mildew merupakan penyakit yang menyebabkan daunnya menguning pada bagian atas dan daun berubah warna menjadi hijau keunguan yang akan berubah menjadi coklat pada bagian bawah daun. Penyakit ini sering muncul saat musim dingin dan musim hujan. Pengendalian dengan cara memetik daun yang telah terserang dan untuk pemberantasan dapat menggunakan Dithane M-45 dengan dosis 1,5-2 g/l.
  • Spinach blight yang disebabkan oleh virus mozaic cucumber. Gejala yang ditimbulkan adalah daun yang menyempil, mengecil kemudian menggulung dan akhirnya berkerut. Daun bayam terutama daun yang masih muda akan berwarna kuning. Pengendalian dan pemeliharaan dengan cara memusnahkan daun yang terserang, menyemprotkan lalat pembawa virus dengan Ambus 2EC ataupun dengan Lannate 2 EC dosis 2 g/l.
  • Rebah kecambah yang disebabkan oleh jamur Phytium sp yang dapat menginfeksi daun dan batang daun. Cara pengendaliannya dengan menyemprotkan fungisida.
  • Busuk basah yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia sp yang menyebabkan bercak putih dapat dikendalikan dengan fungisida.
  • Karat putih yang disebabkan jamur Choanephora sp yang menginfeksi batang daun dan daun dan diberantas dengan fungisida.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *