Teknik Pencegahan Datangnya Bakteri Brucella Abortus pada Anak Sapi

Teknik Pencegahan Datangnya Bakteri Brucella Abortus pada Anak Sapi – Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang memiliki kaki empat yang memiliki berbagai macam manfaat. Manfaat yang dapat diperoleh dari sapi misalnya diambil susunya, daging ataupun kulitnya. Namun, sapi terutama anak sapi juga merupakan salah satu hewan yang rentan terhadap penyakit. Salah satu bakteri yang sering menyerang adalah bakteri brucello abortus.
1

Pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak terkena bakteri brucello abortus yang merupakan bakteri penyebab rusaknya alat reproduksi pada uterus atau dinding rahim yaitu dengan diberi peningkatan sanitasi pada induk sapi dan menjaga kandang selalu bersih dan di desinfektan. Pemberian antiseptik dan antibiotik pada hewan yang sedang sakit juga dapat mencegah datangnya bakteri tersebut ke anak sapi. Agar bakteri tidak menyebar, sebaiknya, sapi yang terkena bakteri ini harus segera di karantina kemudian dilakukan pemeriksaan.

Biasanya, untuk penanggulangan sapi yang terkena penyakit, dilakukan pemantauan dari ciri yang ditunjukkan oleh sapi misalnya terjadi masalah pada pencernaan. Namun, sapi yang terkena bakteri brucello abortus memiliki nafsu makan yang tetap baik dan tidak terdapatnya perubahan klinis yang dapat diamati. Namun, pada sapi jantan, jika terkena penyakit tersebut, akan menderita pembengkakan pada scrotum, nafsu makan menurun dan demam. Sedangkan pada hewan betina, akan mengalami keguguran atau anak yang hidup akan lemah.

Gejala yang timbul jika terjangkit brucellocis karena bakteri brucello abortus yaitu:

  • Terjadinya keguguran pada usia 6-9 bulan.
  • Pada vagina sapi, terdapat kotoran yang keluar.
  • Jika sapi jantan, pada bagian testis terjadi masalah sehingga menyebabkan gangguan di alat reproduksinya.
  • Terdapatnya pembesaran kantong di persendian yang dikarenakan oleh fibrinopurulen atau cairan bening.

Jika hasil diagnosa positif, sebaiknya sapi langsung diisolasi dan dilakukan pengobatan. Pencegahan yang dapat dilakukan selain melakukan sanitasi dan menjaga kandang tetap higienis, diantaranya yaitu:

  • Vaksinasi untuk anak sapi berumur 3-7 bulan dengan vaksin brucella strain 19 dan untuk semua ternak dengan strain 45/20. Vaksinasi ke anak sapi harus dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak akan menyebabkan demam unggulan untuk yang dapat menular pada manusia.
  • Lakukan pengisolasian pada sapi yang sudah tertular penyakit.
  • Jika terdapat sapi yang keguguran, segera kubur atau bakar fetus dan placenta agar bakteri tidak menyebar dan tidak mencemari lingkungan sekitar
  • Didesinfeksi di tempat yang telah terkontaminasi oleh bakteri dengan menggunakan larutan kresol 4% atau larutan yang sejenisnya.
  • Jangan lupa untuk tetap melakukan metode pengendalian vaksinasi 45/20.
  • Lakukan uji serologic secara teratur dengan CFT dan SAT.
  • Memonitoring MRT.
  • Jangan lupa untuk melakukan isolasi reaktor pada semua sapi yang dimiliki baik induk, jantan maupun anak sapi.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *