Teknik Pengembangan Dan Budidaya Tanaman Adenium

Teknik Pengembangan Dan Budidaya Tanaman Adenium – Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa tanaman adenium atau kamboja merupakan salah satu jenis tanaman yang populer di Indonesia. Walaupun sebagian orang menganggap tanaman ini menakutkan karena banyak tumbuh di areal pemakaman.

Untitled

Beberapa jenis tanaman adenium memiliki harga jual yang sangat tinggi. Oleh sebab itu banyak petani tanaman hias yang berlomba membudidayakan adenium berkualitas. Sebanarnya tanaman yang satu ini berasal dari daerah padang pasir Afrika. Tapi ntah kenapa tak sedikit orang yang menyebut adenium dengan nama kamboja Jepang.

Untuk membudidayakan jenis tanaman hias yang satu ini tergolong cukup mudah. Ya, adenium termasuk tanaman yang tahan terhadap suhu yang eksterim. Namun sebelumnya anda perlu mengenal karakteristik tanaman adenium terlebih dahulu. Berikut adalah karakteristik adenium.

  1. Tidak Suka Air

Tanaman adenium merupakan tanaman kering alias tidak suka dengan banyak air. Namun bukan berarti tanaman adenium tidak membutuhkan air untuk hidup. Adenium mampu menyimpan banyak cadangan air di akar, oleh sebab itu para pembudidaya tak perlu banyak memberikan air. Pemberian air yang banyak dan kondisi cuaca yang lembab malah akan membuat tanaman adenium menjadi busuk.

  1. Suka Sinar Matahari

Seperti yang telah kita ketahui bahwa adenium berasal dari gurun pasir. Tak heran tanaman ini akan tumbuh dengan baik di tempat yang mendapatkan sinar matahari secara langsung dan utuh. Jadi tempatkan tanaman ini di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung agar dapat tumbuh dengan baik.

Untuk mendapatkan adenium yang memiliki kualitas yang bagus diperlukan bibit, media tanam, dan perawatan adenium yang bagus pula. Media tanam adenium bisa menggunakan pot. Pemilihan pot sebaiknya tidak terbuat dari gerabah atau keramik, karena mudah pecah saat tanaman tumbuh dewasa.

Tanaman adenium akan memiliki akar yang besar dan muncul ke permukaan tanah sebagai efek dari penyimpanan cadangan air. Jadi disarankan untuk memilih pot dari plastik atau bahan-bahan yang tidak mudah pecah.

Bibit adenium bisa didapatkan dengan cara generatif atau dari biji. Jika ingin mendapatkan bibit adenium yang bagus maka usahakan untuk mengambil biji dari indukan yang memiliki kualitas bagus pula, tidak terserang hama atau penyakit.

Cara lain untuk mendapatkan bibit tanaman adenium bisa dengan cara vegetatif (setek atau cangkok). Kedua cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setelah diperoleh bibit bisa langsung dilakukan proses penanaman.

Penanaman bisa dilakukan dengan cara membuat lubang pada tanah dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm setelah itu diamkan selama 2 minggu dengan tujuan agar penyakit atau hama yang berada dalam tanah mati. Setelah itu beri pupuk organik dan tanam bibit adenium. Setelah bibit ditanam lakukan perawatan secara rutih seperti penyiraman dan pemupukan secara berkala.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *