Teknik Pengendalian Hama dan Penyakit Aglaonema

Teknik Pengendalian Hama dan Penyakit Aglaonema – Aglaonema merupakan jenis tanaman yang termasuk keluarga Araceae dan berasal dari hutan tropis yang ada di Asia Tenggara, Filipina, Bangladesh, Cina bagian utara dan selatan. Tanaman yang merupakan jenis tanaman daun dengan bunga berwarna putih atau hijau keputihan yang juga berasal dari rawa-rawa ini, dapat tumbuh sepanjang tahun dan memiliki ketinggian kurang lebih 20-150 cm.
a

Tanaman aglaonema ditanam di media yang memiliki kontur tidak terlalu keras karena jika terlalu keras akan menyebabkan akar terganggu dan sulit berkembang. Perawatannya cukup mudah yaitu dengan memberinya pupuk non-kandang secukupnya sekali dalam sebulan. Air yang dibutuhkan jangan sampai menggenangi pot dan jangan lupa untuk membersihkan serangga dan debu agar hama dan penyakit tidak menyerang.

Beberapa gangguan yang sering menyerang aglaonema yaitu:

  • Daun keriput terutama pada donna Carmen yang disebabkan oleh virus. Cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan pisau yang disterilkan untuk memisahkan anakan atau dengan memusnahkan tanaman yang telah terserang parah.
  • Daun terbakar yang ditandai dengan warna kekuningan di permukaan yang kemudian akan menjadi coklat kuning dan bolong. Cara mengatasinya dengan tidak terlalu lama membiarkannya terkena sinar matahari dan maksimal hanya 40%.
  • Batang busuk cara mengatasinya dengan mengurangi frekuensi penyiraman 2-3 kali seminggu ketika musim hujan dan ganti media tanam ketika daun kusam dan memucat dengan media yang lebih porous.
  • Pucuk mengecil yang dapat mengurangi keindahan tanaman dan penanganan dapat menggunakan pupuk kombinasi N daripada pupuk dengan dosis P dan K yang tinggi.

Teknik penanganan untuk hama yang menyerang aglaonema dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida atau dengan cara yang alami. Beberapa cara yang dapat digunakan diantaranya yaitu:

  • Mengambil hama ulat, biasanya menyerang daun dan batang, atau dengan menggunakan insektisida yang disemprotkan 2 minggu sekali.
  • Menggunakan insektisida encer kemudian menggunakan kapas yang telah dicelupkan ke insektisida ke batang dan bagian bawah daun ketika terserang kutu putih. Selanjutnya disemprotkan kembali dengan insektisida.
  • Untuk hama belalang, dapat dilakukan manual ketika belum bersayap, belum bisa terbang atau pada pagi hari dan berembun. Dapat juga menggunakan insektisida dengan waktu penyemprotan yaitu 2 minggu sekali.
  • Dengan teknik kerik untuk kutu sisik yang dapat menyebabkan daun mengkerut, menguning, layu dan mati.

Sedangkan, ketika aglaonema sedang terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan cendawan, dapat dilakukan beberapa teknik yaitu:

  • Mengganti dengan media baru yang lebih porous dan kemudian memotong bagian akar yang busuk dan mengoleskan fungisida pada bekas potongan untuk penyakit busuk akar.
  • Teknik memotong daun yang busuk dapat diterapkan untuk penyakit bercak daun. Dapat juga menggunakan pupuk dengan kadar kalsium yang tinggi atau dengan fungisida dengan dosis tertentu yang disemprotkan selama 2 minggu sekali.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *