Teknik Pengendalian Penyakit Buah Naga

Teknik Pengendalian Penyakit Buah Naga – Buah naga saat ini memang menjadi ladang bisnis yang banyak dijalankan di berbagai daerah yang ada di Indonesia, baik Pulau Jawa maupun wilayah Sumatera.

Untitled

Bahkan peluang usaha tani dari buah naga ini memberikan keuntungan yang sangat besar. Maka tidak heran jika kemudian banyak pihak semakin berminat untuk terjun ke dalam bidang ini. Akan tetapi seringkali tidak disadari jika usaha dalam bidang yang satu ini juga memiliki resiko serangan penyakit yang tergolong cukup tinggi.

Sebelum memulai untuk melakukan pengelolaan penyakit buah naga, sangat perlu untuk dipahami beberapa prinsip mendasar mengenai sistem pengendalian hama dan penyakit apa yang digunakan. Pasalnya menentukan produktivitas dari tanaman bukanlah faktor yang terkuat atau melimpah, akan tetapi mengenali faktor kelemahan budidaya tanaman dapat lebih meningkatkan produktivitas. Hal ini dapat diartikan jika faktor kelemahan tersebut terletak pada ancaman hama dan penyakit.

Teknik pengendalian penyakit

Mengusahakan agar tanaman dapat tumbuh secara lebih optimal dengan menerapkan strategi pada pemilihan tempat tumbuh yang cocok seperti tanah bertekstur lempung berpasir dengan drainase yang baik serta memiliki curah hujan optimum 1500 mm/tahun (tersebar merata) maupun teknik optimalisasi pemupukan yang disesuaikan dengan tanah setempat menjadi salah satu kunci yang sangat penting dari ketahanan tanaman buah naga.

Sementara itu hal lainnya yang tidak kalah penting adalah meningkatkan ketahanan tanaman dari berbagai ancaman penyakit dengan cara mengoptimalisasi pemupukan. Dimana kecukupan unsur kalsium dan kalium sangatlah berperan penting dalam menjaga ketahanan tanaman.

Penyakit yang ada pada tanaman buah naga ini melakukan infeksi yang membutuhkan periode kebasahan batang maupun buah dengan waktu minimal 4 jam. Sehingga sangat perlu diusahakan agar permukaan dari tanaman buah naga tidak basah dalam waktu yang lama. Lebih baik gunakan saja pengairan sistem irigasi spinkler dan menghindari penyiraman ketika menjelang malam hari.

Mengaplikasikan fungisida yang tepat guna

Bahkan untuk penggunaan mulsa organik seperti alang-alang atau jerami di sekitar tanaman dapat diterapkan guna mengurangi percikan air. Dapat juga digunakan beberapa jenis rumput-rumputan non clean weeding yang sekedar dirapikan untuk membantu mengurangi percikan air yang berasal dari tanah. Namun tetap dibutuhkan monitoring yang sangat intensif, terutama ketika musim hujan. Jika ditemukan adanya buah yang busuk, maka sebaiknya ambil kemudian bakar saja.

Jangan pernah membuang buah naga busuk di sembarang tempat, karena akan menjadi salah satu sumber penyakit bagi tanaman yang masih segar. Setelah mengambil buah-buah yang terserang penyakit baru dapat dilakukan penggunaan fungisida, baik itu botanis, sintetik maupun hayati.

Hal semacam ini dilakukan karena pengambilan buah terserang memang sangat penting untuk mencegah penularan patogen di tanaman buah naga saat mengaplikasikan fungsida.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *