Teknis dasar penanaman dan menghasilkan tanaman akasia

Teknis dasar penanaman dan menghasilkan tanaman akasia – Tidak dipungkiri lagi bahwa pembangunan serta pengelolaan hutan tanaman membutuhkan penerapan teknik teknik silvikultur yang dilakukan secara intensif. Hal ini bertujuan untuk menjaga serta meningkatkan produktifitas secara lestari dan berkesinambungan. Untuk itu perlunya pemilihan serta penerapan teknik silvikultur intensif dimulai sejak pemilihan spesies yang sesuai dan cocok untuk ditumbuhkan pada lahan yang ada. Begitu pula untuk budidaya akasia.

aak

SISTEM SILVIKULTUR UNTUK TANAMAN AKASIA

Sistem silvikultur untuk akasia yang sering diterapkan adalah tebang habis permudaan buatan. Sistem ini diterapkan sesuai pada lahan lahan terdegadrasi yang memiliki tujuan untuk pengusahaan tanaman hutan. Oleh karena itu untuk akasia diperlukan lahanyang luas serta cukup kompak, sehingga dibuat tegakan untuk tanaman yang memiliki umur yang sama, seragam serta berkesinambungan dan memiliki produktivitas dan kualitas yang baik pula.

TEKNIK DASAR UNTUK PENANAMAN AKASIA YANG MENGHASILKAN

Untuk memulai budidaya akasia anda perlu untuk menguasai teknik teknik ddasar yang diperlukan untuk mendapatka hasil yang sesuai dengan harapan. Berikut adalah beberapa hal yang berpengaruh dalam proses budidaya akasia akan menghasilkan:

  1. Pengadaan benih

Pengadaan benih ini dapat diperoleh dari hasil persemaian. Pada awalnya benih dapat anda peroleh dari tegakan benih lohal yang belum diimprove. Tetapi untuk selanjutnya anda dapat meningkatkan kualitas dari benih dari hasil pemulihan enih.

  1. Persemaian

Persemaian ini bertujuan untuk mendapatkan bibit akasia yang memiliki kualitas yang baik. Proses persemaian ini biasa dilakukan dalam polybag sebelum kemudian nantinya akan dipindahkan ke media tanah. Pada masa persemaian ini standar dari bibit akan dapat dilihat apakah bibit memiliki kualitas yang layak untuk ditanam atau tidak. Untuk pemindahan bibit ini sebelum ditanam pada lahan menggunakan truk atau traktor agar menjaga kualitas bibit, selan itu perlunya untuk membuat penampungan bibit sementara di dekat lokasi penanaman.

  1. Persiapan lahan

Persiapan lahan ditujukan agar lahan sebelum bibit ditanam sudah siap. Persiapan lahan ini juga dapat dilakukan dengan menyiapkan pupuk dasar sebelum bibit ditanam. Selain itu pada saat persiapan lahan juga dapat dimanfaatkan untuk membangun tegakan kayu pertukangan. Setelah itu penentuan petak petak penanaman serta penjarangan juga dapat dilakukan setelah lahan sudah siap untuk ditanam. Untuk penjarangan ini dilakukan dalam 2 tahap dalam sekali daur tanaman. Penjarangngan ini akan menghilangkan 50% dari populasi yang ada. Pada penjarangan tahap pertama dilakukan saat tanaman berusia 2 tahun, metode yang dilakukan adalah metode selektif dan sistematik. Penjarangan pada tahap kedua dilakukan pada sat tajuk antar tanaman ketika sudah saling menutup kembali atau kira kira saat tanaman berusia 4 – 5 tahun.

  1. Perawatan lanjutan

Perawatan lanjutan setelah proses penjarangan adalah proses pemangkasan cabang serta pengendalian gulam. Pemangkasan cabang dilakukan sebanyak 2 kali, takni pada saat penjarangan pertama setelah itu satu tahun setelah penjarangan pertama. Akasia memiliki kemampuan self pruning yang sangat rendah, oleh karena itu akan sangat penting melakukan pruning untuk memperoleh hasil kayu pertukangan yang baik. Keterlambatan pruning akan mengakibatkan beberapa hal yang merugikan, antara lain :

  • Mengurangi sifat keteguhan dari kayu, karena serta mata kayu cenderung tegak lurus dengan serat batang pohon
  • Menyulitkan untuk pengerjaan karena penampang mata kayu menjadi lebih keras
  • Mengurangi keelokan permukaan kayu
  • Menyebabkan lubang pada lembaran lembaran vneer

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *