Teknologi Biofilter dalam Pengelolaan Air Bersih

Teknologi Biofilter dalam Pengelolaan Air Bersih – Air bersih di daerah perkotaan ketersediaannya semakin sedikit karena banyaknya pencemaran di kota. Pengolahan air yang sederhana terkadang tidak dapat mengolah air sungai yang ada atau dari sumber air lainnya menjadi air yang bersih. Pusat Teknologi Lingkungan BPPT mengembangkan dan juga menerapkan teknologi biofiltrasi untuk mengatasi permasalahan air tersebut. Biofiltrasi sangat berbeda dengan filtrasi biasa. Filtrasi biasa hanya menyaring kotoran atau bahan-bahan yang melayang sedangkan bio menggunakan mikroorganisme sebagai inovasinya.

Untitled

Mikroorganisme ini akan menhancurkan atau menguraikan kotoran atau bahan-bahan yang terlarut di dalam air. Teknologi biofiltrasi ini sesungguhnya diterapkan atau diaplikasikan untuk perlakuan awal sebelum air dari sumber air diolah dengan filtrasi atau pengolahan air biasa, yang terdiri dari tahapan berikut ini : penyaringan kotoran, penetralan pH, menjernihkan dan menambahkan klor. Biofiltrasi berdasarkan pada banyaknya limbah organik di dalam air. teknologi biofiltrasi ini sebenarnya sangat sederhana.

Di dalam reactor atau  alat letakkan media untuk tempat tumbuhnya mikrob. Medianya sarang tawon. Prinsipnya, bagaimana mikrob yang merombak organik itu dapat berkembang biak lebih banyak. Kita buat luas permukaan besar medianya besar. Untuk membuat luas permukaan media besar, media dibuat memiliki banyak lipatan, lembaran – lembaran dilengkungkan dan ditata sedemikian rupa agar seperti sarang tawon seperti nama sebutannya.

Inokulasi mikrob tidak diperlukan karena mikrob secara alami dapat tumbuh di dalam air. Jenis mikrobnya antara lain Nitrosomonas dan juga Pseudomonas. Intinya yang dilakukan hanyalah membikin tempat tinggal mikrob. Proses biofiltrasi ini berjalan selama 30 menit sampai 1 jam. Selama proses tersebut, air yang sedang diolah selalu mengalir. Mikrob yang ada akan mengurangi zat-zat organik, sehingga dapat membersihkan air. bisa dilakukan pengaturan sehingga air bisa berada di tangki biofiltrasi sesuai waktu yang akan diperlukan. Di akhir proses biofiltrasi, pengolahan air sitelah dapat dilakukan seperti proses yang telah biasa dilakukan.

Teknologi Biofiltrasi ini telah diterapkan di PAM Taman Kota (Jakarta). Instalasi pengolahan air tersebut menggunakan air dari sumber air yang berwarna hitam serta kualitasnya yang buruk. Beberapa tahun belakangan ini PDAM tersebut telah non aktif. BPPT “Pusat Teknologi Lingkungan” memulai  penelitian aplikasi biofiltrasi untuk mengelola air sejak 2008. 25 Juni 2012 lalu, uji teknologi ini pertama kali dilakukan. Pada tanggal 6 September 2012, penggunaan teknologi biofiltrasi telah diresmikan dalam pengolahan air bersih di Jakarta. Ini diresmikan oleh PT PAM Lyonnaise Jaya. Instalasi pengelolaan air di Cilandak (Jakarta selatan) juga saat ini berminat untuk menggunakan teknologi biofiltrasi tersebut. Teknologi biofiltrasi sangat memungkinkan pengolahan air yang  kualitasnya sangat buruk yang berasal dari sumber air pa saja menjadi air yang bersih dan layak digunakan.Top of Form

Bottom of Form

BPPTBBPPT telah mengembangkan teknologi biofiltrasi ini untuk mengatasi masalah air bersih di daerah kota Jakarta.  Teknologi biofiltrasi memungkinkan pengolahan air dengan kualitas sangat buruk dari sumber air manapun menjadi air yang layak dikonsumsi.

Ketersediaan air bersih yang makin berkurang karena penduduk semakin bertambah setiap tahunnya. Sedangkan sumber air yang ada saat ini telah banyak mengalami pencemaran mulai dari tingkat sedang sampai tinggi. permasalahan tersebut menjadi salah satu alasan perlunya menerapkan teknologi agar permasalahan air bersih ini dapat diatasi. Jika permasalahan ini tidak segera diatasi maka krisis air akan terjadi. Oleh karena itu teknologi ini perlu terus dikembangkan dan diterapkan kedepannya.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *