Teknologi Plasma Untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Tekstil

Teknologi Plasma Untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Tekstil – Limbah dari industri tekstil yang ada di Indonesia memiliki COD dan kadar warna yang cukup  tinggi disebabkan sebagian besar dari limbah yang  dihasilkan biasanya berupa campuran  bahan-bahan organik berbahaya sebagai  produk sampingan dari proses  produksi.

Untitled

Proses Pewarnaan dan juga pembilasan akan menghasilkan air  limbah  yang berwarna dengan nilai COD (Chemical Oxygen  Demand)  yang tinggi dan juga bahan-bahan yang lain dari zat – zat warna yang telah dipakai.

Cara Kerjanya dari Dielectric Barrier  Discharge adalah dengan menggunakan 2 elektroda yang telah dipisahkan oleh  bahan di elektrik. Elektroda  yang akan digunakan yaitu elektroda yang berkonfigurasi spiral dengan silinder. Elektroda  spiral  ini terbuat dari  kawat berbahan tembaga dengan ukuran diameter 1,5 mm.

Sedangkan elektroda  yang silinder terbuat   dari berbahan steinlees steel.  Bahan dielektrik yang akan digunakan berupa  tabung  gelas  pyrex dengan ukuran panjang 130 mm dan diameter luar ukurannya 1 inch dan ketebalan 2  mm. supaya di dalam reactor  dapat terbentuk suatu plasma maka  elektroda  pada reaktor akan dihubungkan dengan suatu sumber yang bertegangan  tinggi.

Elektroda yang spiral dihubungkan  dengan  High Voltage – AC sedangkan untuk elektroda yang silinder akan dihubungkan dengan yang ground. Tegangan tinggi  yang  dihasilkan Sistem penyedia yang tegangan tinggi digunakan  untuk dapat membangkitkan  reaktor plasma. Besarnya tegangan yang akan dibangkitkan akan diukur menggunakan alat osiloskop.

Alat Osiloskop ini telah dilengkapi dengan  probe yang akan berfungsi dalam memperkecil tegangan yang tinggi sehingga  dapat dibaca oleh alat osiloskop. Proses akan dilanjutkan dengan cara mengalirkan  sampel limbah tekstil  dan oksigen murni  secara bersamaan kedalam reaktor.  Sampel limbah ini akan diolah di dalam reaktor plasma  dengan beberapa jenis   tegangan yaitu 16, 17, dan 18 kV dan dengan kecepatan dari aliran oksigen sebesar 0.5 l/menit, 1.5 l/menit dan 2.5 l/menit.

Reaktor plasma ini yang akan digunakan merupakan reaktor plasma yang berkonfigurasi spiral dengan silinder. Dan Reaktor ini juga menggunakan  tembaga spiral dan  silinder berbahan stainless steel  sebagai sebuah elektrodanya. Ke dua elektrodanya dipisahkan  dengan bahan dielektrik yang  terbuat dari bahan kaca pyrex. Plasma yang akan terbentuk di dalam reaktor ini merupakan  lucutan  plasma yang berpenghalang atau juga sering di kenal dengan sebutan Dielectric Barrier Discharge.

Plasma yang dihasilkan dari  reaktor plasma ini  merupakan plasma yang non termal, dapat menghasilkan suatu spesies kimia yang dapat bereaktif tinggi untuk dapat menghancurkan polutan – polutan di dalam air. Reaktor plasma  lucutan dengan  penghalang dielektrik dapat menghasilkan  plasma senyap dengan  durasi waktu  yang sangat singkat dan  tegangan tinggi.  Energi electron yang dihasilkan dalam bentuk streamer yang telah dibentuk dari spesies  aktif pada suhu kamar.

Kondisi optimum pengolahan limbah ini terjadi pada saat sampel yang telah  diolah dengan reaktor plasma menghasilkan nilai penurunan parameter yang paling tinggi. Efisiensi penyisihan parameter warna, COD, dan TSS menunjukkan hasil yang paling baik terjadi pada tegangan maksimum, yaitu 18 kV dengan flowrate oksigen sebesar minimum yaitu 0,5 liter/menit.

Penurunan dari COD, konsentrasi warna, dan TSS di dalam suatu limbah  cair tekstil ini akan terjadi  karena adanya reaksi  antara spesies  yang aktif dengan senyawa  organik menjadi  suatu molekul air. Sebagian besar  spesies aktif yang terbentuk merupakan  oksidator  kuat.

Di antara spesies aktif yang telah  terbentuk, radikal hidroksil (-OH) dan  Hidrogen Peroksida (H2O2) adalah spesies yang akan berperan penting di dalam penguraian suatu senyawa organik di dalam limbah cair. Dengan adanya  suatu radikal hidroksil  ini, maka pengolahan  akan  menjadi lebih  cepat, karena  potensial  oksidasinya tinggi (2.8 V). Radikal  hidroksil  mengoksidasi senyawa oganik  dengan reaksi yang berantai. Senyawa organik  yang terkandung di dalam limbah akan mudah terurai menjadi CO2 dan H2O.

Peningkatan suatu tegangan dapat meningkatkan suatu jumlah elektron sehingga memungkinkan  terjadi banyak  tumbukan antara  elektron dan udara,  akibatnya spesies yang aktif  yang terbentuk  akan semakin meningkat  pula.  Spesies aktif  inilah  yang berperan penting  dalam penguraian senyawa organik di dalam limbah. Oleh karena itu, peningkatan tegangan dapat meningkatkan efisiensi dari pengolahan limbah cair dari industri tekstil dengan memanfaatkan sebuah teknologi plasma.

Baca Juga :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

One thought on “Teknologi Plasma Untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Tekstil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *