Teori Inilah yang Menjelaskan Tentang Sifat Bawaan Dari Orang Tua!

Teori Inilah yang Menjelaskan Tentang Sifat Bawaan Dari Orang Tua! – Mungkin Anda banyak berpikir, bagaimana bisa orang tua menurunkan sifatnya pada sang anak. Apakah hanya karena berada pada asuhan dan lingkungan yang sama, atau karena lainnya.

1

Tapi hal ini tidaklah benar, karena secara biologis memang ada informasi genetik yang menurun dari orang tua ke anaknya. Bahkan tak hanya orang tua, saudara sekandung pun akan memiliki informasi genetik yang sama dengan kita. Maka tidak heran jika kita melihat sepasang saudara memiliki wajah atau sifat yang mirip. Dimana informasi genetik ini disebut dengan DNA.

Namun tahukah Anda bagaimana proses penurunan DNA ini bisa ditemukan oleh manusia? Sebenarnya ilmuwan yang berjasa adalah George J. Mendell yang mulai meneliti di tahun 1900an. Pada saat inilah ditemukan istilah genetika yang akan menggambarkan:

  1. Materi informasi yang akan diturunkan pada garis keturunan.
  2. Bagaimana informasi ini akan diterjemahkan oleh orang yang menerima informasi genetik.
  3. Bagaimana cara informasi ini bermutasi antara satu orang dengan orang lainnya.

Melalui teori ini dapat diketahui jika sifat diturunkan tidak melalui sperma melainkan melalui DNA tersebut. Adapun percobaan yang dilakukan oleh George J. Mendell untuk membuktikan teorinya adalah dengan menggunakan kacang kapri sebagai alat percobaan.

Mendell menggunakan kacang kapri karena di tanaman ini bisa dilakukan persilangan secara mudah, bisa dalam satu bunga sendiri ataukah dengan bunga yang lain. Disini Mendell menguji bagaimana sebuah kacang bisa memiliki panjang yang berbeda dan bagaimana jika kacang ini disilangkan, apakah hasilnya panjang ataukah pendek, atau berada di tengah-tengah.

Dari beberapa pohon yang disilangkan, diketahui ketika kacang kapri panjang dan pendek bertemu maka hasilnya 75% adalah kacang kapri tinggi. Dengan kata lain, meskipun ada kacang pendek tapi tidak berpengaruh terhadap kacang yang tinggi.

Nyatanya mayoritas kacang yang dihasilkan adalah kacang yang tinggi. Selain ketinggian, yang juga dianalisis dari kacang kapri ini adalah bagaimana jika bunga putih disilangkan dengan bunga ungu, bagaimana jika biji keriput disilangkan dengan biji yang tidak keriput.

Hasil dari penelitian ini sungguh mengejutkan, karena nyatanya mayoritas hasil yang diteliti mengikuti satu sifat saja. Seperti misalnya dari 4 bunga yang dihasilkan, maka 3 akan berwarna ungu, 1 berwarna putih atau sebaliknya. Begitu juga dengan biji keriput dibandingkan dengan yang tidak, yaitu 1 yang tidak dan 3 yang keriput. Dengan demikian, hipotesis awal yang menyatakan bahwa akan ada percampuran sifat atas dua informasi genetik yang berbeda tidaklah terjadi.

Pada manusia, teori dari Mendel ini ternyata belum cukup bisa menjelaskan secara detail dan jelas bagaimana sifat dari orang tua bisa diwariskan pada keturunannya. Misalnya saja untuk bisa menentukan apakah seseorang akan bisa memiliki postur pendek ataupun tinggi dan juga bagaimana warna kulitnya nanti.

Hal ini disebabkan karena terdapat sebuah sifat poligenik pada genetik seseorang dimana sifat ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Untuk selanjutnya, lingkungan ini yang akan mempengaruhi atas fenotip dari suatu individu, dimana nantinya akan diketahui faktor atau sifat mana yang lebih dominan.

Pada dasarnya sifat yang dibawa oleh seseorang, memang merupakan warisan dari kedua orang tuanya ataupun mungkin keturunan sebelum orang tua tersebut ada. Teori dari Mendel yang mengambil percobaan pada kacang kapri memang sedikit banyak bisa menjelaskan bahwa faktor bawaan induk akan bisa mempengaruhi keturunannya dengan pasti, namun pada manusia perlu penjelasan yang lebih rumit dari itu.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *