Tiga Revolusi Besar yang Berdampak pada Indonesia

Tiga Revolusi Besar yang Berdampak pada Indonesia – Dalam sejarah dunia berbagai negara barat dekat dengan perubahan sosial dan kebudayaan yang berhubungan dengan dasar kehidupan masyarakat atau akrab disebut revolusi.

Beberapa negara, seperti Prancis, Amerika, dan Rusia tercatat pernah menjalani revolusi yang berdampak pada negara-negara lain di dunia, tak terkecuali Indonesia.

asa

Revolusi Prancis yang memegang teguh semboyan liberte, egalite, dan fraternite sukses membawa terobosan sistem pemerintahan baru yang dikenal oleh berbagai negara.

Egalite adalah semoboyan yang mewakili kebebasan dan kemerdekaan. Pada masa itu semboyan tersebut merupakan ciri kehidupan masyarakat kota dan pengusaha.

Prinsip tersebut mendorong perkembangan nilai-nilai demokrasi, yang hingga kini dikenal di Indonesia.

Sementara semboyan Fraternite menggambarkan persaudaraan dan rasa persatuan antar negara.

Semoyan tersebut berdampak pada rasa nasionalisme yang dipegang teguh oleh para penduduk dunia pada masa itu. Paham Liberte sukses melahirkan paham liberalisme.

Tak perlu tunggu waktu lama untuk mengembangkan paham demokrasi, liberalisme, dan nasionalisme di Prancis dan beberapa negara Eropa lainnya.

Bahkan ketiga paham tersebut terus berkembang hingga akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ketiga paham yang lahir pada tahun 1789-1799 itu bahkan mendominasi negara-negara di luar Eropa.

Sementara Amerika juga menjalani revolusi atas dasar keinginan penduduk Amerika untuk melepaskan diri dari pemerintah Inggris yang kala itu memiliki kekuatannya semakin besar.

Perjuangan penduduk Amerika tersebut ternyata menjadi pemacu untuk masyarakat Indonesia untuk melawan penjajah.

Selain itu, pada masa tersebut juga terjadi pengakuan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Pengakuan tersebut mendorong pergerakan Indonesia untuk mempertahankan hak-haknya dari penjajah.

Revolusi yang terjadi pada tahun 1775-1783 itu juga melahirkan prinsip kebebasan, kemerdekaan, dan saling menghormati antar sesama manusia.

Dengan kata lain, revolusi yang terjadi di negeri paman sam tersebut telah mendorong gerakan menentang penjajah.

Pada awalnya, Indonesia melakukan penyerangan yang kental dengan daerahnya masing-masing. Kemudian semakin lama, penyerangan tersebut berubah menjadi gerakan nasional. Gerakan tersebutlah yang telah mengantarkan Indonesia ke pintu kemerdekaan.

Pada tahun 1971, negara terbesar di dunia, Rusia memasuki babak baru yakni revolusi Rusia. Revolusi Rusia bermula dari tumbangknya Tsar Nicholas II.

Pada masa pemerintahan Tsar Nicholas II, masyarakat Rusia merasakan penderitaan atas kediktatorannya dan revolusi Rusia berhasil menumbangkan serta membuka babak baru bagi sejarah Rusia.

Pada masa itu pula Rusia menjadi negara komunis yang berdampak pada perkembangan paham komunis hingga ke Indonesia.

Kemunculan paham komunis terlihat dari keinginan tokoh-tokoh komunis yang berkeinginan mendirikan negara komunis di Indonesia.

Baca Artikel Lainnya :

Selain itu, terjadi pula pemberontakan Partai Komunis Indonesia pada November 1948 dan Oktober 1965.

Rusia juga berperan dalam perkembangan paham Marxisme atau ajaran Karl Marx yang dibawa oleh seorang tokoh Belanda bernama H.J.F.M. Sneevliet.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *