Tips Berbisnis Kuliner Iga Bakar Yang Pasti Menguntungkan

Siapa yang tak berminat dengan sajian iga bakar ? Iga bakar, iga penyet, atau menu olahan iga lainnya merupakan produk makanan berbahan dasar tulang iga sapi yang sedang menjadi buruan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki hobi gemar makan sajian khas Nusantara.

Beberapa bisnis resto di Indonesia terutama pulau Bali saat ini berbondong – bondong mengusung menu olahan iga sebagai sajian andalannya yang semakin ramai diserbu oleh pelanggan.

Ciri khas iga bakar khas pulau Dewata adalah terletak pada cara pembakarannya yang unik. Mereka memakai alas untuk membakar dari gerabah yang ikut dibakar bersama iga di atasnya.

Faktor inilah yang menyebabkan sejak awal sampai akhir makanan yang disantap tetap panas dan mengeluarkan aroma lebih sedap.

Juga ada variasi lain seperti menambahkan menu sate yang disajikan tanpa tusuk dan iga bakar daging sapi sengaja disajikan tanpa tulang agar porsi makanan lebih banyak dan mudah disantap.

Juga, pembakaran dengan wadah gerabah menjamin iga bakar sapi atau iga bakar kambing yang dijual tidak berbau prengus.

Mereka menggunakan rempah yang kuat dan bumbu dapur khas Indonesia. Dagingnya bisa empuk karena dimasak agak lama yaitu sejak pagi sampai pukul 11.00 dengan memakai api kecil. Sore hari baru diangkat.

Perpaduan kualitas dan bumbu yang pas mampu menciptakan kambing / sapi bakar dengan tekstur daging yang sangat lembut dan gurih.

Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat tulang iga yang menempel pada daging pun bisa ikut dihabiskan karena sangat lunak.

Untuk mempertahankan cita rasa daging yang sempurna, mereka tidak mau membumbuinya secara berlebihan seperti tidak menggunakan saos tomat pada daging kambing bakar ala Bandung adalah ciri khas penjual iga bakar di Bandung, mereka hanya menempatkan tatakan kecil sebagai wadah kecap manis, irisan cabai rawit, dan merica bubuk sebagai pelengkap.

Jika anda ingin menekuni bisnis kuliner iga bakar, sebelum memulainya maka patut membaca saran dari kami agar anda bisa mengelola usaha tersebut menjadi bisnis yang cerah :

1). Awalnya, lakukan usaha ini dengan modal seadanya saja, jika anda belum mampu menyewa ruangan untuk membuka resto maka bisa menjalankan usaha angkringan yaitu jualan keliling kota dengan gerobak angkringan sambil menjajakan menu tambahan seperti sate, gulai, nasi goreng, dan tongseng, sebaiknya pilih jam kerja sore hingga malam hari dengan target pembeli adalah pegawai kantor yang baru pulang dari kantor. Biasanya dalam kondisi lelah mereka akan suka mampir ke gerobak – gerobak angkringan.

2). Apabila usaha anda sudah berjalan lancar sekitar satu tahun, mulailah berpikir untuk menambah modal guna membeli perlengkapan pendukung usaha seperti tenda.

Carilah lokasi yang strategis untuk membuka kafe tenda seperti di pinggir jalan raya utama kota dimana kaula muda atau orang – orang gemar nongkrong sambil ngobrol.

Hati – hati memilih tempat, jangan sampai terkena razia petugas Satpol PP, karena anda akan menuai rugi.

3). Jangan lupa berkreasi yang kreatif seperti mengganti piring biasa dengan menggunakan gerabah sebagai wadah iga bakar.

Menambahkan minuman khas daerah setempat untuk menetralisir rasa amis dan pedas dari daging sapi / kambing.

Menambah persediaan bahan baku jika dirasa pelanggan kian membengkak seperti dalam sehari bisa menyediakan dua kilo iga baru untuk dua minggu. Sehari diharapkan akan habis sekitar 1 – 2 porsi.

4). Agar usaha anda semakin dikenal oleh banyak orang, maka anda harus memperhatikan resepnya menjadi paling lezat diantara para penjual iga bakar yang lainnya, seperti rajin – rajinlah ikut pameran kuliner, tahap awal bisa belajar tentang menyempurnakan resep, selanjutnya ikut pameran atau festival kuliner, biasanya penyelenggara adalah sebuah perusahaan yang memproduksi kecap merek – merek terkenal. Dari sini iga bakar anda bisa mulai dikenal orang.

5). Makin lama, jika kafe tenda anda mengalami keuntungan dalam jumlah besar, pikirkan untuk memperlebar usaha kuliner iga bakar hingga keluar kota seperti iga bakar ala Jakarta, Bandung atau pulau Dewata.

Dalam skala besar, anda dapat memperlebar usaha hingga ke luar pulau seperti Sumatera, Kalimantan, dan sebagainya.

Baca Juga :

Rata – rata warung makan iga bakar di Indonesia buka pukul 18.00 – 24.00 malam, tenggang waktu tersebut mampu menampung banyak pembeli, jika over tempat duduk maka anda bisa mengontrak kios di dekat kios utama.

Jangan lupa untuk menyediakan variasi menu lain sejalan dengan menu iga bakar seperti gulai, tongseng, nasi goreng, dan menu terbaru adalah sop panas. Selamat mencoba !

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *